Stop Memarahi Anak di 5 Waktu Ini!

Kamis, 7 Desember 2023 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stop Marahi Anak di 5 Waktu Ini! Mengendalikan emosi dan berbicara dengan anak-anak dari hati ke hati adalah kunci utama dalam mendisiplinkan mereka. Foto ilustrasi

Stop Marahi Anak di 5 Waktu Ini! Mengendalikan emosi dan berbicara dengan anak-anak dari hati ke hati adalah kunci utama dalam mendisiplinkan mereka. Foto ilustrasi

Tajukflores.com – Menahan emosi saat sedang dalam tekanan pikiran dan situasi yang sulit memang merupakan hal yang sulit, terutama bagi orang tua. Namun, penting untuk diingat bahwa dampak dari memarahi anak bisa sangat merugikan bagi kesejahteraan emosional mereka.

Mengapa? Marah-marah yang sering dapat memiliki efek negatif yang berkepanjangan, seperti meningkatkan risiko anak untuk mengalami depresi. Selain itu, terlalu sering marah juga dapat mendorong anak mencari pelampiasan dalam perilaku negatif atau kenakalan, karena mereka mungkin tidak tahu cara yang tepat untuk mengekspresikan emosi mereka.

Memahami bahwa interaksi dengan anak merupakan momen penting dalam membentuk hubungan yang positif dan membangun komunikasi yang sehat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut adalah lima waktu yang sebaiknya digunakan untuk berinteraksi dengan anak secara positif, menghindari marah-marah yang dapat berdampak negatif pada hubungan dan perkembangan mereka:

1. Saat Bangun Tidur

Suasana hati saat bangun tidur dapat memengaruhi mood dan emosi anak-anak sepanjang hari. Karena itu, penting bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung sejak pagi hari. Stop memarahi anak saat bangun pagi!

Alih-alih membangunkan anak dengan nada marah atau tergesa-gesa, cobalah untuk memulai hari dengan kehangatan. Berikan salam pagi yang penuh kebaikan, berikan waktu mereka untuk bangun secara perlahan, dan jelaskan dengan sabar apa yang akan dilakukan hari itu.

Perlu diketahui, anak-anak cenderung menyerap energi dan suasana hati dari lingkungan sekitarnya. Jika orang tua memulai hari dengan suasana hati yang baik, ini dapat menular kepada anak-anak dan membantu mereka merasa lebih bahagia.

Suasana hati yang positif membantu menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Hal ini membantu mereka merasa lebih percaya diri, nyaman, dan stabil secara emosional.

Baca Juga:  Kapan Waktu Terbaik untuk Tidur dan Bangun?

2. Saat hendak ke Sekolah

Persiapan pagi bisa menjadi momen yang tegang, tetapi penting untuk menjaga suasana yang tenang dan positif. Berikan bantuan saat anak bersiap-siap ke sekolah, sambil memberikan dorongan dan dukungan positif untuk hari mereka.

Ketika anak dibentak atau diperlakukan secara kasar, hal itu dapat menyebabkan dampak negatif pada perkembangan mereka, terutama pada kesejahteraan mental dan kemampuan belajar di sekolah.

Suasana stres atau takut akibat marah-marah bisa membuat anak sulit fokus dan berkonsentrasi di sekolah. Mereka mungkin terganggu oleh perasaan takut atau pikiran yang terus-menerus terpikirkan.

3. Ketika Ada Orang Lain bersama Anak

Memarahi anak di depan umum atau ketika mereka bersama teman-temannya dapat membuat mereka merasa malu atau terhina. Hal ini bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan emosional anak.

Waktu bermain adalah kesempatan besar untuk membangun ikatan yang kuat dengan anak. Hindari intervensi yang kasar atau mengganggu saat anak sedang asyik bermain. Gunakan waktu ini untuk terlibat dalam kegiatan bersama, mendukung kreativitas dan hubungan positif.

Menegur anak atau memberikan disiplin sebaiknya dilakukan secara pribadi, di tempat yang tenang dan tidak mengganggu orang lain. Hal ini memungkinkan anak untuk menerima peringatan atau pelajaran tanpa merasa malu di depan orang lain.

Memahami bahwa mendisiplinkan anak bukanlah soal mempermalukan mereka, tetapi memberikan pemahaman atas kesalahan mereka dengan cara yang menghormati privasi dan harga diri anak.

4. Saat Anak Makan

Meja makan sebaiknya menjadi waktu yang menyenangkan dan santai. Hindari memarahi anak terkait makanan atau perilaku mereka saat makan. Lebih baik, gunakan waktu ini untuk berbicara dan berbagi cerita bersama.

Baca Juga:  Membebaskan Hidup Anda: Kapan Harus Memutuskan Hubungan dengan Orang Toxic?

Suasana yang nyaman dan positif saat makan sangat penting bagi anak-anak. Stres atau ketegangan yang timbul akibat marah-marah orang tua dapat berdampak pada anak dan mempengaruhi nafsu makan mereka.

Saat anak dalam suasana hati yang baik, mereka cenderung lebih terbuka terhadap makanan bergizi. Namun, jika mereka stres atau merasa tegang, mereka mungkin menolak makanan yang seharusnya mereka makan.

Suasana yang positif saat makan juga membantu menciptakan hubungan yang baik antara anak dan makanan. Anak cenderung lebih menyukai makanan sehat dan bergizi jika suasana saat makan adalah positif.

5. Saat hendak Tidur

Suasana hati saat bangun tidur memainkan peran penting dalam menjalani hari. Interaksi pertama yang dialami anak setelah bangun tidur dapat berdampak besar pada mood, perkembangan emosional, dan kesejahteraan mereka sepanjang hari.

Membentak atau marah-marah pada anak saat mereka baru bangun tidur bisa memberikan dampak negatif jangka panjang pada anak. Ini tidak hanya memengaruhi mood anak pada saat itu, tetapi juga dapat memiliki efek jangka panjang seperti pemberontakan, perasaan tidak aman dan trauma, kurang percaya diri, dan bisa berdampak pada kesehatan fisik anak.

Sebelum tidur, buatlah suasana yang tenang dan nyaman. Berikan waktu untuk menghabiskan waktu bersama secara santai, cerita bersama, atau membacakan cerita sebelum tidur. Hindari diskusi atau konfrontasi yang membuat anak stres menjelang tidur.

Nah, demikianlah lima waktu yang harus dihindari orang tua saat memarahi anak. Mengendalikan emosi dan berbicara dengan anak-anak dari hati ke hati adalah kunci utama dalam mendisiplinkan mereka.

Bentuk disiplin yang terbaik adalah dengan memberikan pengertian, bimbingan, serta membina komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Rini Kurniati

Editor : Edeline Wulan

Berita Terkait

Waspada! 6 Efek Samping Terlalu Banyak Minum Kopi
8 Tanda Anda Memiliki Kepribadian yang Jauh Lebih Kuat Daripada Orang Kebanyakan, Menurut Psikologi
Mengapa Orang Selingkuh Tidak Merasa Bersalah?
Stres Saat Berangkat Kerja Bisa Jadi Tanda Mental Tak Sehat
Hari Epilepsi Internasional: Fakta Menarik dan Dampak Epilepsi
11 Tanda Halus Anda dan Pasangan Kehilangan Cinta
9 Hal yang Harus Anda Katakan “Tidak” untuk Mencapai Kesuksesan
10 Tanda Anda Berada dalam Hubungan yang Tidak Sehat
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 22:29 WIB

Meninggal Dunia, Ini Kesan Andreas Pareira tentang Sosok Marselis Sarimin

Rabu, 28 Februari 2024 - 15:32 WIB

Warga Sumba Kerap Bikin Ulah di Bali, Tetua: Fokus Cari Makan, Jangan Kayak Orang Hebat!

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:54 WIB

Komisi II DPR Sebut Pilkada Serentak 2024 Tetap Digelar pada November

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Selasa, 27 Februari 2024 - 09:54 WIB

Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Berita Terbaru