Stop Mengukur Kebahagiaan dengan Standar Orang Lain, Kata Dokter Jiwa di Jakarta

Senin, 29 April 2024 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebahagiaan muncul ketika seseorang belajar menerima keunikannya dan melihat sisi positifnya, tanpa terpaku pada kekurangan. Foto ilustrasi: Medium

Kebahagiaan muncul ketika seseorang belajar menerima keunikannya dan melihat sisi positifnya, tanpa terpaku pada kekurangan. Foto ilustrasi: Medium

Jakarta – Dokter spesialis kesehatan jiwa di Jakarta menghimbau masyarakat untuk berhenti mengukur kebahagiaan berdasarkan standar orang lain. Hal ini disampaikan dalam seminar edukasi bertajuk “Bahagia Tanpa Syarat” yang diadakan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Minggu (28/4).

Seminar ini menghadirkan dua dokter spesialis jiwa, yaitu dr Zulvia Oktanida Syarif, SpKJ dari RSUD Tarakan Jakarta dan dr Yenny Sinambela, SpKJ (K) dari RSKD Duren Sawit Jakarta.

Para dokter sepakat bahwa faktor penghambat kebahagiaan utama adalah tekanan untuk mencapai standar yang ditetapkan orang lain.

“Misalnya, di usia tertentu harus sudah menikah, bekerja, atau memiliki anak. Standar-standar sosial ini menjadi tekanan yang menghambat kebahagiaan,” jelas dr Zulvia, yang akrab disapa dr Vivi.

Dr Yenny menambahkan bahwa setiap orang memiliki keunikan dan kelebihannya sendiri. Kebahagiaan muncul ketika seseorang belajar menerima keunikannya dan melihat sisi positifnya, tanpa terpaku pada kekurangan.

Di era internet ini, standar kebahagiaan sering kali diukur berdasarkan materi, seperti yang terlihat di media sosial. Hal ini dapat membuat orang merasa tidak bahagia jika mereka tidak memiliki materi sebanyak orang lain.

Baca Juga:  Berapa Lama Eyelash Extension Bertahan? Ini Hal yang Perlu Diketahui

Penyelenggaraan seminar ini merupakan bagian dari upaya Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental.

Jakarta masuk ke dalam daftar 10 kota dengan tingkat stres tertinggi di dunia, dan kesehatan mental menjadi masalah kesehatan yang paling dikhawatirkan saat ini.

Seminar “Bahagia Tanpa Syarat” ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk memahami cara mencapai kebahagiaan dengan cara mereka sendiri, tanpa terbebani oleh standar orang lain.

Tips untuk Mencapai Kebahagiaan tanpa Berdasarkan Standar Orang Lain:

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Edeline Wulan

Editor : MG

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Katalog Promo JSM Indomaret 17 – 19 Mei 2024, Cek Ada Diskon Harga Untuk Produk Apa?
Kenali Ciri Fisik Seseorang dengan Risiko Serangan Jantung Mendadak
BKKBN Ungkap Perbedaan Mutu ASI yang Dibekukan dengan ASI Bubuk
Sosok Tunggu Kiris Itu Seperti Apa dan Hantu Tunggu Kiris Artinya Apa? Simak Ulasan Lengkapnya di Sini
Tunggu Kiris Itu Artinya Apa Dalam Bahasa Indonesia? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini
7 Jurusan Kuliah Termurah di Universitas Brawijaya Jalur Mandiri
Apa yang Perlu Diketahui Tentang Orgasme selama Kehamilan!
ASI Bubuk Aman atau Berbahaya? Simak Penjelasan IDAI
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 09:19 WIB

Nadiem Makarim Pastikan Hentikan Kenaikan UKT Tak Rasional di PTN

Selasa, 21 Mei 2024 - 20:45 WIB

Viral Pj Bupati Kupang Marahi Pegawai ASN PPPK yang Swafoto: Saya Pecat Kalian Memang!

Selasa, 21 Mei 2024 - 20:22 WIB

Kata Singapore Airlines Soal Pesawat Alami Turbulensi Parah Tewaskan 1 Penumpang

Selasa, 21 Mei 2024 - 20:10 WIB

100.000 Formasi IKN Dibuka Kemenpan RB, Fresh Graduate Siap-siap!

Selasa, 21 Mei 2024 - 19:57 WIB

Pesawat Singapore Airlines Turbulensi Parah, 1 Tewas dan 30 Luka

Selasa, 21 Mei 2024 - 16:47 WIB

Polres Kupang Tarik Senjata Api Anggota untuk Cegah Aksi Polisi Koboi

Selasa, 21 Mei 2024 - 14:21 WIB

DPR RI Desak Nadiem Makarim Tinjau Ulang Kenaikan UKT di Perguruan Tinggi Negeri

Selasa, 21 Mei 2024 - 12:54 WIB

Penjelasan Lengkap Mendikbudristek Nadiem Soal Polemik UKT Mahal

Berita Terbaru