Tokoh Adat di NTT Gelar Ritual Adat di depan Patung Jokowi, Sampaikan Pesan Penting

Minggu, 22 Oktober 2023 - 05:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tetua adat dan tokoh masyarakat di Desa Sunu, Kabupaten TTS, NTT menggelar ritual adat di depan patung Presiden Jokowi. Foto: Antara

Tetua adat dan tokoh masyarakat di Desa Sunu, Kabupaten TTS, NTT menggelar ritual adat di depan patung Presiden Jokowi. Foto: Antara

Tajukflores.com – Sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat di Desa Sunu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar ritual adat di depan patung Presiden Jokowi.

Ritual tersebut bertujuan untuk menyampaikan harapan dan pesan penting mengenai demokrasi di Indonesia.

“Harapan kami Bapak Jokowi harus menjaga persatuan dan kesatuan terutama pesta demokrasi ini. Kami mohon supaya bapak sebagai pembina politik dapat menjaga pelaksanaan demokrasi untuk berjalan seadil-adilnya dan sejujurnya demi mencapai regenerasi kepemimpinan bangsa Indonesia ke depan,” kata Tokoh Adat Desa Sunu, Nithanel Benu di Desa Sunu, Kabupaten TTS, Sabtu, 21 Oktober 2023.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ritual adat dimulai dengan natoni atau tutur adat sembari mengelilingi patung Jokowi yang terbangun di atas puncak Bukit Sunu.

Baca Juga:  Viktor Laiskodat Tak Tertarik Opini WTP dari BPK, Kenapa?

Para tokoh adat kemudian duduk di depan patung, melaksanakan ritual dengan bahasa adat sebagai bentuk penghormatan kepada alam semesta.

Nithanel mengatakan ritual adat itu dilakukan di depan patung Jokowi karena mereka tidak bisa berhadapan langsung dengan presiden di Istana Negara.

“Kami ritual dan berdoa kepada alam seutuhnya supaya mendukung aspirasi kami menuju pesta demokrasi,” ucapnya.

Permohonan secara adat yang dilakukan oleh tokoh adat Desa Sunu di Kecamatan Amanatun Selatan itu menitikberatkan pada upaya untuk menjaga demokrasi.

Mereka berharap Jokowi dapat menjaga keanekaragaman bahasa serta adat istiadat yang tersebar di Indonesia. Selain itu, Jokowi juga diharapkan menjadi pemimpin yang berkualitas untuk menjaga kesatuan dan persatuan.

“Jangan mengutamakan suku, keluarga, agama, kepentingan pribadi lain, tapi kita harus menjunjung tinggi kepentingan umum, kebijakan umum, demi menjaga kelestarian negara ini,” ucapnya.

Baca Juga:  Menkominfo Minta Warga Tak Terhasut Hoaks Bentrok Ormas vs Massa Pro Palestina di Bitung

Lebih lanjut, ia berharap pergantian pemimpin negara dalam pesta demokrasi nanti dapat berjiwa nasionalis dan berkebangsaan sehingga persatuan dan kesatuan dapat terjaga dan terjamin.

“Kita di bawah naungan Bhinneka Tunggal Ika. Kami ritual supaya ada restu Tuhan melalui doa kecil kami,” katanya menandaskan.

Sementara itu, Kepala Desa Sunu Yakob Kase berbangga dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo saat ini.

Siapa pun yang terpilih menjadi kepala negara menggantikan Presiden Joko Widodo, Yakob berharap dapat melanjutkan perjuangan untuk pembangunan desa.

“Siapa pun ke depan, saya mohon politik ini bukan politik keluarga,” katanya berharap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Grace Seran

Editor : Alex K

Berita Terkait

Meninggal Dunia, Ini Kesan Andreas Pareira tentang Sosok Marselis Sarimin
Digelar pada 27 November, Simak Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak 2024
Warga Sumba Kerap Bikin Ulah di Bali, Tetua: Fokus Cari Makan, Jangan Kayak Orang Hebat!
Komisi II DPR Sebut Pilkada Serentak 2024 Tetap Digelar pada November
22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada
Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa
HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye
Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 22:29 WIB

Meninggal Dunia, Ini Kesan Andreas Pareira tentang Sosok Marselis Sarimin

Rabu, 28 Februari 2024 - 15:32 WIB

Warga Sumba Kerap Bikin Ulah di Bali, Tetua: Fokus Cari Makan, Jangan Kayak Orang Hebat!

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:54 WIB

Komisi II DPR Sebut Pilkada Serentak 2024 Tetap Digelar pada November

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Selasa, 27 Februari 2024 - 09:54 WIB

Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Berita Terbaru