News

Bupati Deno Minta Perangkat Daerah Pertahankan Kerja Kolaboratif

Senin, 13/01/2020 18:35 WIB

Bupati Deno saat memimpin rapat koordinasi membahas isu stunting di Gedung Serbaguna Paroki St. Maria Ratu, Reo pada Senin (6/1). Foto: Humaspro Manggarai

Ruteng, Tajukflores.com - Bupati Manggarai Deno Kamelus meminta kepada para pimpinan perangkat daerah untuk tetap melakukan kerja kolaboratif dalam rangka pengentasan masalah stunting di Manggarai.

"Dalam kerja-kerja ini, harus terjadi konvergensi sehingga target-target yang kita kejar itu bisa tercapai," kata Bupati Deno saat memimpin rapat koordinasi membahas isu stunting di Gedung Serbaguna Paroki St. Maria Ratu, Reo pada Senin (6/1).

Untuk itu, dirinya meminta para Pimpinan Perangkat Daerah yang hadir untuk dapat memaparkan program-programnya dalam menyasar persoalan stunting di Manggarai.

Rapat Koordinasi ini dilaksanakan guna menyamakan persepsi lintas sektor tentang upaya penanganan stunting di daerah ini.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Maria Yasinta Aso yang mendampingi Bupati dalam pemaparan data stunting hari itu mengatakan bahwa berdasarkan data yang dihimpun dari aplikasi e-PPBGM (sistem aplikasi online pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat), dari 28.000 balita yang diukur, ditemukan 20% di antaranya mengalami stunting.

“Data ini merupakan data tahun lalu. Saat ini pihak Dinas Kesehatan sedang melakukan survei terbaru," ujar Maria.

Ditambahkannya survey terbaru itu belum rampung dan pengerjaannya baru sampai pada angka 67%.

Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Matias Masir mengatakan siap mendukung program pemerintah dalam menangani masalah ini.

"Kami sangat mendukung program pemerintah, tentunya saya dan jajaran teman-teman DPR selalu mendukung, karena ini dalam rangka membangun dalam kesehatan masyarakat,” tutur Matias.

Kadis PUPR, Shaldy Sahadoen menjelaskan penyediaan air minum bersih yang ditangani instansinya adalah salah satu bentuk penanganan program gizi sensitif.

Sementara dari Kadis Perumahan Martinus Jekau menjelaskan, instansinya mengadakan bangunan tangki septik dalam skala komunal maupun individu yang pembiayaannya diperoleh dari DAK. Sedangkan Dinas Pertanian memasukkan program holtikultura dalam kerangka ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Yoseph Mantara menjelaskan, program holtikultura difokuskan pada komoditas yang mengandung protein nabati, di antaranya kacang buncis dan bayam. Selain itu, dalam komunikasinya dengan pihak Dinas Kesehatan akan membentuk kebun-kebun gizi di Puskesmas, Pustu, dan beberapa tempat tertentu yang kurang lebih berjumlah 60 lokasi.

Dia mengatakan, untuk kepala keluarga yang tidak masuk dalam kelompok holtikultura tetapi memiliki balita stunting dan ibu hamil, akan ditanam di lahan pribadi

Kepala Dinas DPPKBPPA, Silvanus Hadir pada kesempatan tersebut menjelaskan, pihaknya memanfaatkan dana alokasi khusus untuk sosialisasi stunting bagi pasangan usia subur di tingkat kecamatan dan desa.

Dinas Pendidikan melalui Kadis Maksimus Gandur juga melakukan program sosialisasi stunting dan pendidikan keluarga untuk penanganan stunting.

Sementara itu, Dinas Kesehatan sendiri telah melaksanakan pengadaan multivitamin dan dari dana DAK non fisik untuk kegiatan Bantuan Operasional Kesehatan dalam upaya promotif dan preventif permasalahan stunting.

Pihak Puskesmas Reo yang hadir dalam rapat itu menyatakan pada tahun 2019 kemarin pihak mereka telah melakukan kegiatan sosialisasi stunting kepada seluruh keluarga di 10 desa untuk Puskesmas Reo.

Bupati Manggarai dalam kesempatannya hari itu meminta para pejabat dan pimpinan yang hadir, khususnya Dinas Kesehatan untuk memasang target yang terukur untuk upaya penanganan stunting di Manggarai. Ia juga meminta kepada Dinas Kesehatan untuk menyiapkan data yang aktual dan akurat dalam survey terbarunya.

Lebih lanjut, dirinya berterima kasih kepada pihak terkait karena telah menyediakan data penderita stunting secara detail by name by address, sehingga memudahkan pemerintah dalam upaya melakukan pemantauan langsung penderita stunting.

Setelah melaksanakan rapat koordinasi Bupati Manggarai beserta rombongan yang hadir, bersama-sama mengunjungi penderita stunting yang berada di Desa Salama, Reok. (Humaspro Manggarai)

 

Oleh : Alex K

Artikel Terkait