News

Pulau Pemana Diduga Pintu Masuk Bahan Peledak ke Flores

Selasa, 14/01/2020 13:36 WIB

Polisi mengamankan lima tersangka pelaku pengedar bahan peledak ikan di Kabupaten Sikka, NTT pada Senin (13/1/2020) dini hari di perkampungan nelayan Wuring, Kelurahan Wolomarang (Foto: Antara)

Kupang, Tajukflores.com - Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur meminta aparat keamanan untuk memperketat keamanan dan pengawasan di sekitar Pulau Pemana yang diduga kuat sebagai pintu masuk penyaluran bahan baku peledak atau bom ikan di wilayah Pulau Flores.

"Pulau Pemana perlu diperketat pengamanannya karena menjadi pusat masuknya penyaluran bahan peledak ikan ke Pulau Flores dari luar NTT," kata Kepala Cabang Dinas DKP NTT Wilayah Kabupaten Lembata, Flores Timur, dan Sikka Andi Amuntoda Selasa (14/1).

Dia mengatakan, Pulau Pemana di wilayah utara Pulau Flores itu menjadi jalur strategis masuknya penyaluran bahan baku pembuatan bom ikan terutama pupuk matahari dari luar Nusa Tenggara Timur.

Dari Pemana, lanjut dia, bahan baku kemudian disalurkan ke sejumlah daerah lain di Pulau Flores seperti di Kabupaten Flores Timur yang meliputi di antaranya wilayah Sagu, Waiwuring, Lamakera.

"Jadi rantai pasokannya seperti itu, masuk Batam, Makassar, ke Pemana kemudian disalurkan ke wilayah Flores Timur, maupun ke Kabupaten Ende," katanya.

Andi mengatakan wilayah Kabupaten Sikka merupakan wilayah yang rawan terhadap aktivitas jual-beli bahan baku peledak atau bom ikan.

Dia mencontohkan seperti peristiwa tangkap tangan terhadap lima oknum nelayan yang membawa bahan baku peledak ikan di sekitar Pelabuhan Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kabupaten Sikka, pada Senin (13/1) kemarin oleh Direktorat Perairan Polda NTT.

Bahan baku yang diamankan petugas dalam peristiwa tersebut, lanjutnya, juga diketahui diambil dari Pulau Pemana.

Untuk itu, pihaknya berharap agar pengawasan wilayah Pulau Pemana dan perairan di sekitarnya ke depan dapat diperketat agar pasokan bahan baku peledak dari luar dapat dicegah.

"Selain itu, tentu kami juga terus melakukan pengawasan di lapangan dengan dukungan kelompok pengawas masyarakat (Pokmaswas)," pungkasnya. (Ant)

 

Oleh : Grace Seran

Artikel Terkait