News

Pemprov NTT Harap Prosesi Semana Santa 2020 Ditunda

Minggu, 22/03/2020 18:37 WIB

Prosesi Semana Santa. Foto: Ist

Jakarta, Tajukflores.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap perayaan prosesi Semana Santa 2020 di Larantuka, Flores Timur ditunda demi pencegahan penularan virus corona (Covid-19). Pemprov NTT cemas terjadi penularan Covid-19 dalam perayaan itu.

"Kami harap ditunda (perayaan Semana Santa 2020)," kata Kepala Biro Humas dan Protokoler Sekretaris Daerah Pemprov NTT Marius Jelamu, mengutip CNN Indonesia, Jumat (20/3).

Semana Santa merupakan ritual perayaan Pekan Suci Paskah yang dilakukan selama tujuh hari berturut-turut oleh umat Katolik di Larantuka, Flores Timur.

Semana Santa rencananya dilaksanakan pada Minggu Palma, Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, hingga Minggu Paskah. Perayaan ini merupakan salah satu ikon Flores Timur dan daya tarik bagi peziarah maupun wisatawan.

Marius mengatakan saat ini Pemprov NTT masih terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan Keuskupan Agung Larantuka terkait hal ini.

"Kami lagi koordinasi dengan Bupati dan pihak gereja di sana. Kami harap peziarah dari luar untuk menunda kunjungannya," tegasnya.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sebelumnya pada Senin (16/3) juga sudah mengimbau agar perayaan Semana Santa untuk sementara waktu hanya dihadiri oleh umat setempat. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus corona di wilayah tersebut.

Sebelumnya, juru bicara penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan total pasien yang telah dinyatakan positif Covid-19 hingga Minggu (22/3) pukul 12.00 Wib, sebanyak 514 orang.

"Sampai hari ini, pukul 12.00 WIB, ada penambahan 64 orang. Sehingga total 514 orang," kata Yuri seperti ditayangkan akun YouTube BNPB Minggu sore.

Selain itu, juga terdapat penambahan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh, yakni sembilan orang.

Mereka yang dinyatakan sembuh itu telah melakukam tes virus corona sebanyak dua kali. Hasilnya negatif seluruhnya.

Dengan demikian, total pasien sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, yakni sebanyak 29 orang. Sementara itu, penambahan juga terjadi pada pasien meninggal dunia, yakni satu orang.

"Jadi, total pasien meninggal dunia sebanyak 48 orang," ungkapnya.

Oleh : Alex K

Artikel Terkait