Politik

Eks Dubes Spanyol Sebut Israel Ciptakan Holocaust Baru bagi Palestina

Kamis, 20/05/2021 21:52 WIB

Ilustrasi konflik Israel-Palestina. Foto: Sky News

Jakarta, Tajukflores.com - Mantan Duta Besar RI untuk Spanyol di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso mendorong Indonesia untuk menggalang dukungan internasional terkait penyelesaian konflik Israel-Palestina.

"Sebaiknya kita tetap tidak emosional, tetap pada nalar dan nurani kita. Ini fakta sejarah bahwa Israel melakukan pendudukan dengan cara-cara yang melanggar HAM," kata Yuli dalam webinar Moya Institute bertajuk "Konflik Timur Tengah: Israel dan Holokos Palestina", Kamis (20/5).

Yuli mengatakan, dukungan internasional sangat diperlukan untuk membawa Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Meski Palestina sudah diproklamirkan pada 1988, menurutnya dukungan internasional, terutama negar Arab sangat diperlukan terkait pengakuan atas teritorial Palestina.

"Ada yang bertanya, kenapa kok Palestina belum bisa berdiri? Palestina diproklamirkan sebagai sebagai negara pada1988 oleh Yasser Arafat. Related, Israel pada 1948, sudah 167 negara yang mengakuinya. Memang (Palestina) harus membutuhkan dukungan negara-negara Arab untuk mengakui teritorialnya ada dimana. Karena dia kan mendapat mandat dari Inggris untuk merdeka setelah perang Dunia ke-2," jelas Yuli.

Yuli menambahkan, ada upaya sistematis dari Israel untuk menggagalkan Pemilu Palestina pada Mei 2021 ini. Padahal, menurut Yuli, pemilu kali ini merupakan tanda mulainya komunikasi Fatah dan Hamas.

"Pemilu Mei ini agenda yang sangat besar. Satunya di tepi barat, satunya di gaza. Tengah-tengah ada Israel, bagaimana mereka berkoordinasi sangat sulit," jelasnya.

Di sisi lain, Yuli mengatakan, konflik Israel-Palestina bukan isu agama, melainkan isu peradaban. Namun, negara berjuluk Bintang Daud itu justru menggunakan isu agama untuk memancing emosi umat Islam dunia.

"Tidak bisa dipungkiri bahwa, penyerangan mereka di Al Aqsa, sangat menyakiti umat Islam dan mengangkat isu ini seperti isu agama. Dan inil adalah keberhasilan orang Israel, mengangkat isu ini menjadi emosional bagi orang-orang Islam. Padahal kita sadar ini bukan isu agama, ini isu peradaban, isu kemanusiaan, isu Palestina untuk mendapatkan hak kemerdekaannya," jelas dia.

Yuli juga mengatakan bahwa Israel yang di masa lalu mengalami genosida atau yang dikenal dengan istilah holocaust (holokaus) justru melakukan hal yang sama terhadap Bangsa Palestina.

Holocaust atau Shoah adalah genosida terhadap kira-kira enam juta penganut Yahudi Eropa selama Perang Dunia II, suatu program pembunuhan sistematis yang didukung oleh negara Jerman Nazi, dipimpin oleh Adolf Hitler, dan berlangsung di seluruh wilayah yang dikuasai oleh Nazi.

Menurut Yuli, banyak warga Eropa saat ini mulai menyadari jika holocaust deliberation yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi di Israel sudah dikomersilkan untuk mempropagandakan penderitaan mereka di masa lalu.

"Tapi mereka justru menciptakan baru untuk warga Palestina. Holocaustnya sudah ditransfer oleh justru korban holocaustnya ke bangsa Palestina yang praktis menduduki wilayah yang lebih awal dari orang-orang Yahudi," pungkasnya.

 

Oleh : Alex K

Artikel Terkait