News

Miris, Susanti Ndapataka Peraih Emas bagi NTT di PON Papua Dijemput Pick Up Hitam

Rabu, 06/10/2021 09:46 WIB

Suasana penjemputan Susanti Ndapataka, atlet muaythai peraih emas perdana bagi NTT di PON XX Papua di Bandara El Tari Kupang, Rabu (6/10/2021). Foto: Tajukflores.com/Ist

Kupang, Tajukflores.com - Berhasil mengharumkan nama Provinsi NTT di laga PON XX Papua, namun perlakuan tidak mengenakan dialami Susanti Ndapataka.

Saat tiba di Bandara El Tari, Rabu (6/10) pagi, Susanti Ndapataka diduga hanya dijemput dengan sebuah mobil pick up berwarna hitam.

Tak ada perlakuan istimewa terhadap peraih medali pertama bagi NTT di PON XX Papua ini. Setidaknya sebagai penghormatan terhadap kerja keras Susanti Ndapataka di atas ring.

Hal tersebut tentu berbeda dengan hari dimana Susanti berhasil mengalahkan atlet dari Provinsi Jawa Barat di laga final. Susanti disambut dan dipeluk oleh banyak pihak.

Berdasarkan informasi yang beredar, saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Susanti yang didampingi pelatihnya, hanya dijemput pengurus KONI NTT.

Susanti dan pelatihnya tiba di Bandara El Tari Kupang sekitar pukul 06.00 Wita. Usai penjemputan, Susanti dan pelatih sempat nongkrong di area parkiran Bandara El Tari.

Ia dan tim selanjutnya `diarak` dengan sebuah mobil pick up yang disiapkan tim muaythai di Kota Kupang bersama pemuda laskar Timor Indonesia (LTI).

Saat itu, Susanti ditemani ayah dan ibunya, bersama dua adiknya. Tak ada yang istimewa dalam penjemputan perempuan asal Sumba ini.

Susanti bersama pelatih dan rombongan selanjutnya, menumpang sebuah mobil pick up menuju ke rumah pelatih.

Seorang netizen, Abraham Fanggidae menyoroti perlakuan miris yang dialami Susanti dan tim tersebut. Abraham mengaku menyaksikan penyambutan Susanti melalui siaran langsung di Facebook.

"Mereka berdua disambut dengan mobil pick up butut. Mungkin lho, pick up tersebut biasa dipakai mengangkut bahan bangunan di Kupang," ujarnya melalui unggahan Facebook, Rabu (6/10).

"Karangan bunga masih menggantung pada leher atlet laki yang duduk di pinggir bak pick up. Atlet perempuan duduk di lantai pickup tersebut. Kurang jelas bagi saya, apakah yang duduk di lantai pickup adalah atlet perempuan Susanti Ndapataka, peraih medali emas Muay Thai? Maklum siaran langsung sudah berakhir. Tayangannya hilang," sambungnya.

"Saya ingin mengatakan di sini, penghargaan ya penghargaan. Tidak ada nilai lain. Karena itu penghargaan adalah bentuk penghormatan. Dalam hal ini penghormatan kepada dua atlet peraih medali," lanjutnya.

Abraham mengatakan, menjadi aneh karena penghargaan kepada dua atlet tersebut dengan membawa mereka naik pic kup dari bandara menuju ke rumah masing-masing.

"Urusan penyambutan ini urusan Pemprov NTT dan fungsionaris KONI NTT. Tidak mereka mengetahui bahwa dua atlet peraih medali tersebut harus memperoleh penghormatan sewajarnya saat tiba di Bandara internasional El Tari, Kupang?," tanya dia.

"Apakah tidak ada mobil yang selayaknya atau bahkan mobil mewah pejabat Pemprov NTT sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada dua peraih medali tersebut? Beta sonde tau eee. Walau beta heran, malu, koq seperti ini perlakuan pejabat Pemprov NTT dan fungsionaris KONI NTT kepada anak muda yang dengan prestasi prestisius mereka, telah mengharumkan nama NTT. Gubernur NTT Pak Victor Bungtilu Laiskodat, su karmana ini eeee?," pungkas Abraham.

 

Oleh : Grace Seran

Artikel Terkait