Dikenal Sebagai Daerah Subur, Buah Impor Membanjiri Manggarai

Selasa 17-10-2023, 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lapak buah-buahan di depan penjara lama, Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. Foto: Tajukflores.com/Yones Hambur

Lapak buah-buahan di depan penjara lama, Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. Foto: Tajukflores.com/Yones Hambur

Tajukflores.com – Perempuan 44 tahun itu pagi-pagi sudah berada di tenda jualannya di pinggir jalan Trans Flores, tepatnya di Lamba, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, NTT. Setiap saat, ia menunggu pembeli datang menghampir.

Maria Estertelia Samut, nama lengkap perempuan tersebut. Ia adalah salah satu pedagang buah di lokasi yang dikenal dengan sebutan Pasar Sotor ini. Wajah Teli, demikian ia biasa disapa, tampak semringah saat Tajukflores.com menghampirinya pada Jumat pagi, 21 Oktober 2022 lalu.

Di tenda tempat jualannya, aneka jenis buah-buahan ditata rapi dan disusun secara berjejer. Ada buah advokat, jeruk, markisa, durian, nanas, pepaya, dan mangga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selamat pagi Pak, mau beli buah-buahan? Kebetulan ini masih baru dan masih segar semuanya,” kata Teli menyambut Tajukflores.com pagi itu.

“Saya beli buah markisa ini Bu, harganya berapa?” jawab Tajukflores.com.

Teli menjual buah markisa pada harga Rp2.000 per buah. Dengan gesit ia membungkus dalam sebuah kantong 10 buah markisa sesuai permintaan Tajukflores.com.

Baca Juga:  BMKG Sebut Gempa di Kupang NTT karena Patahan Sesar Lokal, Beropotensi Berulang

Dengan harga jual Rp2.000 per buah itu, Teli mengaku mendapat untung Rp1.000 per buah, karena dari pedagang pengepul, ia membeli dengan harga Rp1.000, per buah. Secara persentase, keuntungan yang didapat Teli mencapai 100%, jumlah yang besar tentunya.

“Kalau jeruk, saya beli Rp22 ribu kilogram. Itu untungnya Rp22 ribu juga, karena saya jualnya seharga Rp44 ribu per kilogram,” jelas Teli.

Teli menjalani profesi sebagai pedagang buah bersama suaminya, Heronimus Patut (45), atau biasa disapa Roni. Keduanya melakoni usaha tersebut sejak tahun 2012. Saat itu, ia dan suaminya belum menggunakan tenda sebagai tempat jualan.

“Kalau Pak masih ingat dulu ada yang namanya `Pasar Sotor`, yang kalau ada mobil lewat, lalu kami hadang untuk tawarkan buah-buahan kepada penumpangnya, kami seperti itu dulu,” ujar Teli.

Namun, setahun kemudian, yaitu pada 2013, cara seperti itu tidak lagi dipakai oleh Teli bersama suaminya tersebut, dan juga para pedagang lainnya. Mereka akhirnya membuat tenda jualan dan tidak lagi menghadang-hadang kendaraan yang melintas untuk tawarkan buah-buahan yang jadi barang jualannya.

Baca Juga:  Kemenkes Sudah Dapat Penjelasan soal Alasan Pemberhentian Ratusan Nakes Non-ASN di Kabupaten Manggarai

Menurut Teli, selama dirinya menjadi pedagang buah, permintaan dari konsumen cukup tinggi. Buktinya saja, setiap hari selalu ada yang membeli buah di tendanya. Dalam sehari, Teli dan suaminya bisa mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp100 ribu hingga Rp250 ribu.

“Tiap hari pasti ada yang beli buah-buahan di sini Pak. Memang untuk jumlahnya tidak stabil, kadang ramai sekali, tetapi kadang juga sedikit. Tetapi tetap lumayan Pak,” ujar Teli.

Sebelum menjadi pedagang buah, Teli dan suami adalah petani yang sehari-hari bergelut dengan lahan pertanian mereka. Penghasilan yang diperoleh selama menjadi petani, menurutnya pas-pasan, hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap harinya.

“Dulu, sebelum kami jual buah-buahan di sini, saya sempat ragu apakah kami bisa menyekolahkan anak-anak kami nanti,” ungkap Teli.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Yohanes Hambur

Editor : Peter D

Sumber Berita : Indepth Tajukflores.com

Berita Terkait

Digdaya PT Flobamor Kendalikan Pariwisata Taman Nasional Komodo: Tarif Naik, Kualitas Pelayanan Buruk!
Kurikulum Merdeka, Nasib Guru Bahasa Jerman di Ujung Tanduk
Menguak Aliran Dana Philip Morris, Pemegang Saham PT HM Sampoerna Tbk ke Israel
Menakar Kans Koalisi Pengusung Anies Baswedan Bubar Kala Demokrat-PDIP Tampil Mesra
Kontroversi dalam Karier Sutradara Film Porno Kelas Bintang, Dari Sinetron ke Film Dewasa
Romo AS: Kasus Pastor Bunuh Diri dan Dugaan Salah Urus Gereja
Ridwan Kamil, Misi Partai Golkar Rebut Jawa Barat dari Gerindra dan PDIP
Menjadi Konten Kreator Tiktok, Rela Alih Profesi demi Fulus
Berita ini 472 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 12:49 WIB

Heboh! Finalis Putri Nelayan Palabuhanratu Diduga Diperkosa Oknum Panitia

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:55 WIB

TPDI Terima Pengaduan Ahli Waris Jan Djou Gadi Gaa dalam Sengketa Tanah di Ende

Rabu, 17 Juli 2024 - 12:44 WIB

Mantan Caleg PBB Ditangkap karena Perkosa Anak Kandung hingga Melahirkan, Awalnya Minta Dipijat

Rabu, 17 Juli 2024 - 12:17 WIB

Pria Asal Jakarta Tertangkap Basah Intip Perempuan Mandi di Denpasar

Selasa, 16 Juli 2024 - 19:16 WIB

Selingkuh dengan LC, Kompol Hendy Prabowo dan Kekasih Gelapnya Dwi Aulia Rahmawati Dijatuhi Hukuman 4 Bulan Penjara

Senin, 15 Juli 2024 - 18:33 WIB

Hamili Wanita Selingkuhan, Polisi di Lombok Timur Jalani Diproses Hukum

Senin, 15 Juli 2024 - 14:23 WIB

Polda NTT Buru Penyebar Hoaks Kapolda Daniel Silitonga Hina Mahasiswa NTT SDM Rendah

Minggu, 14 Juli 2024 - 11:47 WIB

Oknum TNI AU Diduga Tembak Pemulung di Palu, Danlanud Sultan Hasanuddin Pastikan Diproses Hukum

Berita Terbaru