Kapal Pinisi: Menguak Mitos dan Fakta di Balik Legenda Samudera

Kamis, 7 Desember 2023 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah kapal phinisi tengah berlayar di perairan Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT. Foto: Indonesia Juara Trip

Sebuah kapal phinisi tengah berlayar di perairan Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT. Foto: Indonesia Juara Trip

JakartaGoogle Doodle merayakan kapal pinisi sebagai warisan dunia UNESCO pada hari ini, Kamis, 7 Desember 2023. Hal ini, mengingatkan kita akan pentingnya kapal ini dalam sejarah dan kekayaan budaya Indonesia. Simak fakta dan mitos terkait kapal pinisi!

Kapal Pinisi, keindahan yang melaju di lautan dengan kemegahannya, mungkin adalah salah satu simbol budaya terbesar yang dimiliki Indonesia. Kehebatannya tidak hanya terletak pada konstruksi fisiknya, tetapi juga pada seni dan sejarah di baliknya. UNESCO mengakui keunikan seni pembuatan kapal pinisi sebagai Karya Agung Warisan Manusia pada tahun 2017.

Namun, masih ada sejumlah kesalahpahaman yang menyelimuti sejarahnya. Mari kita kupas beberapa fakta dan mitos yang mengelilingi keberadaan kapal pinisi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mitos-Mitos yang Terkait dengan Asal-Usul Kapal Pinisi

Sejauh ini, ada tiga mitos utama tentang asal-usul kapal pinisi yang layak dipertanyakan.

Pertama, kisah Sawerigading yang mengarungi lautan menuju Daratan Cina dengan perahu Pinisi, seperti yang tercatat dalam Epik La Galigo. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perahu yang disebut dalam naskah La Galigo bukanlah Pinisi, dan destinasi Cina yang dimaksud adalah daerah Ale Cina di pesisir Selatan Sulawesi.

Baca Juga:  Kapal Pinisi Carpe Diem Terbakar di Labuan Bajo, Angkut 2 Wisatawan Kanada dan 4 Kru

Kedua, kisah pelaut Bontobahari yang mencapai Venesia, Italia, yang katanya mengilhami penamaan kapal menjadi Pinisi. Faktanya, tidak ada catatan dari Kompeni Hindia Timur Belanda atau pelabuhan Venesia yang mendukung kisah ini.

Ketiga, cerita tentang raja Tallo yang menamai perahunya Pinisi pada abad ke-17. Namun, fakta sejarah menunjukkan bahwa istilah “Pinisi” muncul dan populer di awal abad ke-20.

Makna Sebenarnya dari “Pinisi”

Menariknya, Pinisi bukanlah nama kapal, melainkan sebutan untuk jenis layar yang digunakan pada kapal tersebut. Istilah Bugis “panisi” yang berarti “sisip” mengacu pada proses mendempul kayu untuk pembuatan perahu, sebelum berubah menjadi “pinisi”.

Baca Juga:  Dari Hobi Selam, Maxi Tjoajadi Bangun Bisnis Kapal Wisata Thalassa Pinisi di Labuan Bajo

Asal dan Sejarah Kapal Pinisi

Meskipun banyak yang mengaitkan Kapal Pinisi dengan Bulukumba, kenyataannya, kapal ini berasal dari Tanah Beru, Kecamatan Bonto Bahari.

Pembuatan perahu berjenis layar Pinisi berpusat di desa Ara, Lemo-Lemo, dan Tanah Beru, Bulukumba, yang terkenal akan keahlian mereka dalam pembuatan perahu tradisional.

Tradisi dan Sistem Pembuatan Kapal Pinisi yang Diakui Dunia

Selain keindahan visualnya, keunggulan Kapal Pinisi terletak pada sistem pembuatannya yang telah diakui secara internasional. Panritta Lopi, para ahli pembuat kapal dari daerah ini, telah mempertahankan tradisi turun-temurun dalam pembuatan kapal, menjaga keaslian dan kualitas kapal mereka.

Harga Kapal Pinisi yang Mengagumkan

Harga sebuah Kapal Pinisi bervariasi tergantung pada ukuran dan desainnya. Dari beberapa miliar hingga puluhan miliar rupiah, harga kapal ini memang menunjukkan betapa berharganya karya seni dan keahlian dari seorang Panritta Lopi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Rini Kurniati

Editor : Edeline Wulan

Berita Terkait

Pulau Jawa Lebih Padat Dibanding Rusia dan Jepang, Ini Alasannya!
Kesan Luhut Usai Nonton Film Agak Laen di Bioskop, Kaget Namanya Disebut!
Jangan Bingung! Ini Arti ‘Agak Laen’ yang Viral di Media Sosial
Floratama Learning Center: Membangun Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan melalui Kelas THKMC
Unik, 2 Bayi di Banda Aceh Lahir di Tahun Kabisat 29 Februari
Kronologi Ibu Muda di Labuan Bajo Terkena Peluru Nyasar dari Pemilik Toko Central
BPOLBF Gaet Eiger dan Dusit Internasional, Raup Komitmen Investasi Rp250 M untuk Parapuar
Viral, Mahasiswa Ini Pergi ke Kampus Pakai Pesawat demi Hemat Biaya Sewa
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Maret 2024 - 17:38 WIB

Perolehan Suara DPD RI Dapil NTT: Pendatang Baru Jadi Jawara, El Asamau Gagal ke Senayan

Selasa, 5 Maret 2024 - 13:34 WIB

BPOLBF Gandeng Bandara Komodo Genjot Kunjungan Wisatawan ke Labuan Bajo dan Flores

Selasa, 5 Maret 2024 - 12:37 WIB

Tingkatkan Keselamatan Pelayaran, KSOP Labuan Bajo Gelar Diklat BST untuk Masyarakat

Selasa, 5 Maret 2024 - 11:08 WIB

Polri Rekrut 10.000 Orang untuk Memperkuat Keamanan di Papua

Selasa, 5 Maret 2024 - 10:53 WIB

Kemenko PMK Usulkan Skema Besaran Bansos Berdasarkan Wilayah

Selasa, 5 Maret 2024 - 09:08 WIB

Demo di DPR Hari Ini, Polri Turunkan 3.929 Personel

Senin, 4 Maret 2024 - 22:13 WIB

Tak Perlu Tunggu Prabowo-Gibran, Pengusaha Dermawan di Kupang Beri Makan Siang Gratis ke Siswa SD

Senin, 4 Maret 2024 - 21:26 WIB

OJK Blokir 233 Pinjol Ilegal, Total Jadi 2.481 Sejak 2023

Berita Terbaru

Cara Melacak Nomor HP Tanpa Aplikasi

Tips & Trick

Terbongkar! Cara Melacak Nomor HP Penipu Tanpa Aplikasi

Selasa, 5 Mar 2024 - 15:06 WIB