News

Infrastruktur dan Manajemen Frekuensi Radio Penting bagi Percepatan Transformasi Digital

Minggu, 19/09/2021 11:11 WIB

Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo Ismail bersama pejabat pimpinan tinggi pratama dalam Creative Sharing dan Awarding Innovations of Frequency and Standardization Festival (IFaS-Fest) 2021, di Kantor Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (15/09/2021). Foto: Humas Kemenkominfo.

Jakarta, Tajukflores.com - Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail, menyatakan, ketersediaan infrastruktur dan manajemen spektrum frekuensi radio jadi elemen penting transformasi digital di Indonesia.

Menurutnya, untuk mendukung akselerasi transformasi digital dibutuhkan inovasi dan kreatifitas dalam pengelolaan spektrum frekuensi radio.

"Untuk kita melakukan proses transformasi digital ini, ketersediaan infrastruktur dan spektrum frekuensi radio adalah merupakan tulang punggung, suatu faktor atau elemen yang luar biasa pentingnya," ujar Ismail dalam keterangannya, Minggu (19/9).

Sebagai institusi yang memiliki peran dan tanggung jawab besar, Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo telah melewati rangkaian proses yang panjang hingga memasuki era transformasi digital saat ini.

"Jadi sudah lama sekali, panjang usianya untuk melakukan pengelolaan manajemen spektrum frekuensi radio. Ini adalah suatu rangkaian proses yang panjang yang luar biasa dan kita sampai pada masa yang kita sebut dengan era transformasi digital," kata dia.

Dirjen Ismail menyontohkan lembaga frekuensi dunia, yakni International Telecommunication Union (ITU) yang menaungi pengelolaan spektrum frekuensi radio itu didirikan tahun 1865. Sedangkan di Indonesia memiliki lembaga frekuensi yang berdiri sejak tahun 1945.

"Mengapa kita harus melakukan tranformasi digital? karena Indonesia harus survive, harus mampu menjalankan fungsi-fungsi seluruh kehidupan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini," jelasnya.

Dia mengatakan, penyelenggaraan IFaS Fest yang berlangsung selama empat tahun berturut-turut menjadi wahana pengembangan inovasi dan kreatifitas pegawai.

"Ide dasar dari proses IFaS Fest sendiri ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda Ditjen SDPPI untuk menunjukkan, menampilkan dan memberikan masukan yang tepat bagaimana langkah-langkah dan program kerja, serta kreatifitas yang harus dijalankan di tengah situasi pandemi Covid-19," beber Ismail.

Ismail menyatakan kebanggaannya atas kreatifitas seluruh pegawai Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo. "Saya merasa bangga melihat kegiatan tersebut semakin lebih baik untuk menyalurkan kreatifitas. Saya tahu rangkaian hari ini bukan berhenti di hari ini saja, tapi suatu proses yang cukup panjang ke depannya. Kita adalah salah satu institusi direktorat jenderal di republik ini yang memiliki peran dan tanggung jawab luar biasa,” ujarnya.

Dia berharap generasi muda SDPPI Kementerian Kominfo bisa menyampaikan pendapat dan menyalurkan kreatifitasnya.

"Mari kita bergandeng tangan, mari kita buka wawasan dan kreatifitas kita untuk menyalurkan kinerja secara sungguh-sungguh, secara serius, tapi dengan penuh kegemberiaan, dengan penuh kesukacitaan, dan dengan penuh kebersamaan," kata Ismail.

Sebagai lembaga lembaga tertua dan telah melalui proses yang panjang, Dirjen Ismail berharap keluarga besar Ditjen SDPPI terus mengembangkan ide dan kreatifitas, agar proses pelaksanaan dan karya nyata bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat dengan ketersediaan anggaran dari keuangan negara yang dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya.

"Mari kita saling asah, saling asuh dan saling membantu agar seluruh proses beban kerja yang kita hadapi yang luar biasa beratnya ini. dapat kita lanjutkan dan dapat kita kerjakan dengan sebaik-baiknya. Semoga IFaS Fest sukses dan SDPPI jaya," tandasnya.

Oleh : Grace Seran

Artikel Terkait