Hukuman Lompat Jingkrak Dinilai Cederai Etika Birokrasi

Selasa 01-09-2020, 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Dr Johanes Tuba Helan menilai hukuman lompat jingkrak yang diberikan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat kepada bawahannya telah mencederai etika berbirokrasi yang benar.

“Sangat tidak etis ketika gubernur memberikan hukuman kepada bawahan dengan lompat-lompat di depan publik, itu tidak sesuai dengan cara birokrasi yang baik dan benar,” ujar Johannes Tuba, di Kupang, Kamis (9/1).

Johanes menanggapi sikap Gubernur NTT yang memberikan hukuman lompat jingkrak kepada bawahan baik di kalangan pemerintahan maupun di perbankan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedikitnya, hukuman lompat jingkrak sudah dua kali diterapkan di antaranya kepada Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT bersama sejumlah staf karena masalah gangguan pengeras suara dalam acara rapat kerja tahunan yang dihadiri ribuan orang dari unsur kepada desa, camat, dan kepala daerah kabupaten/kota se-NTT pada Oktober 2019 lalu.

Hukuman serupa kembali diberikan kepada dua kepala divisi Bank NTT akibat kesalahan penempatan tanda tangan pada sebuah dokumen dalam acara pelantikan Direktur Umum Bank NTT pada Selasa, 7 Januari 2020 di hadapan pimpinan unsur forkopimda, para bupati, dan undangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Partai Nasdem Resmi Beri Rekomendasi untuk Yohanes Halut dan Thomas Dohu di Pilkada Manggarai 2024
Partai Gerindra Resmi Usung Melki Laka Lena Sebagai Cagub NTT
Fraksi PKS Minta PBB Usir Israel dari Palestina
Hercules Lantik Pengurus Baru DPP GRIB Jaya Periode 2024-2029, Diisi oleh Akademisi dan Politisi
Anggaran Makan Gratis Prabowo Dipangkas Jadi Rp7.500, Pakar: Janji Kampanye Itu Harus Terpenuhi!
Gibran dan Prabowo Masih Cari Figur Terbaik untuk Kabinet, Belum Ada Menteri yang Pasti!
HGU Diobral Presiden Jokowi ke Investor sampai 190 Tahun, DPR: IKN For Sale!
Soal Pembatasan BBM Subsidi, DPR: Luhut Binsar Pandjaitan Harus Diplester Mulutnya Biar Gak Asal Bacot!
Berita ini 469 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 21:57 WIB

Melki Laka Lena Bertekad Lanjutkan Program Jokowi dan Prabowo di NTT

Selasa, 23 Juli 2024 - 15:36 WIB

Partai Nasdem Resmi Beri Rekomendasi untuk Yohanes Halut dan Thomas Dohu di Pilkada Manggarai 2024

Senin, 22 Juli 2024 - 11:25 WIB

Fraksi PKS Minta PBB Usir Israel dari Palestina

Sabtu, 20 Juli 2024 - 10:50 WIB

Hercules Lantik Pengurus Baru DPP GRIB Jaya Periode 2024-2029, Diisi oleh Akademisi dan Politisi

Jumat, 19 Juli 2024 - 14:26 WIB

Anggaran Makan Gratis Prabowo Dipangkas Jadi Rp7.500, Pakar: Janji Kampanye Itu Harus Terpenuhi!

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:25 WIB

Gibran dan Prabowo Masih Cari Figur Terbaik untuk Kabinet, Belum Ada Menteri yang Pasti!

Senin, 15 Juli 2024 - 18:13 WIB

Pemda Mabar Bakal Cairkan Dana Hibah Pilkada 2024 Tahap Pertama Rp14 Miliar

Minggu, 14 Juli 2024 - 01:18 WIB

HGU Diobral Presiden Jokowi ke Investor sampai 190 Tahun, DPR: IKN For Sale!

Berita Terbaru

Diego Coppen Siapanya Jennifer Coppen? Ini Profil Lengkapnya (Instagram.com/diegocoppen)

Infotainment

Diego Coppen Siapanya Jennifer Coppen? Ini Profil Lengkapnya

Selasa, 23 Jul 2024 - 13:22 WIB