Momen Para Biksu Jalan Kaki dari Thailand Sungkem di depan Patung Goa Maria Kerep Ambarawa

Selasa, 17 Oktober 2023 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah sambutan luar biasa dari masyarakat Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, terdapat momen para biksu yang jalan kaki dari Thailand singgah di depan patung Bunda Maria di Goa Maria Kerep Ambarawa.

Tampak tiga biksu yang menjalani ritual Thudong dari Thailand itu sungkem di depan patung Bunda Maria pada Senin (29/5).

Hal itu diketahui dari unggahan akun Twitter @KatolikGL, seperti dikutip Tajukflores.com pada Selasa (30/5).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Para bikkhu yang mengikuti ritual Thudong singgah di Goa Maria Kerep, Ambarawa, Jawa Tengah,” tulis akun @KatolikGL.

Diketahui, 32 biksu yang menjalani ritual Thudong tiba di Ambarawa pada Senin kemarin. Seperti daerah lain yang telah dilewati, penyambutan masyarakat Ambrawa juga tampak luar biasa.

Pada Senin kemarin, ribuan warga Kecamatan Ambarawa rela berdesakan akibat ingin melihat biksu. Bahkan para biksu saat memasuki wilayah Kecamatan Ambarawa sempat berhenti akibat jalan yang dilewati dipenuhi oleh masyarakat yang ingin melihat.

Para biksu Thudong ini pada Senin malam tiba di Klenteng Hok Tik Bio Kecamatan Ambarawa. Setelah berada di dalam klenteng, para biksu Thudong menjalani ritual membasuh kaki agar bersih dari berbagai hal duniawi.

Biksu asal Indonesia, Bhante Katadhamo atau Biksu Wawan mengaku sambutan dari masyarakat Ambarawa Kabupaten Semarang sangat luar biasa dan paling ramai dari awal perjalanan hingga sekarang.

Baca Juga:  Warga Minta Bupati Manggarai Usul Pembangunan Jaringan Listrik ke Desa Bere, Cibal Barat

“Dari Jakarta sampai Semarang paling ramai sambutannya di Ambarawa,” kata Biksu Wawan, Senin (29/5), mengutip Berisatu.com.

Menurut Biksu Wawan, misi yang dibawa oleh para biksu Thudong ini untuk memberitahu biksu sangga yang ada di Thailand bahwa Indonesia memiliki toleransi beragama serta terdapat banyak peninggalan agama Buddha.

“Kedua saya sendiri membawa misi toleransi antar umat beragama. Di negara lain saya pernah alami, kenapa di negara sendiri belum pernah,” ucapnya.

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang kental akan toleransi, bahkan Biksu Wawan menceritakan bahwa teman biksu dari negara lain menanyakan kebenaran tentang hal tersebut.

“Kemarin sempat dapat telepon dari Inggris, dari Jepang maupun dari yang lain, sempat tanya apa benar Thudong ini di Indonesia? Saya bilang iya. Apakah benar yang mengawal umat muslim? Saya bilang iya. Apa benar pemberi dana yang banyak ini orang-orang muslim? Saya bilang iya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jokowi Resmi Berlakukan PPKM Darurat Mikro 3-20 Juli di Jawa Bali

https://cdn.tajukflores.com/posts/1/2023/2023-05-30/088120cc6195d51e15d25b3f0cd2b2a6_1.png

Ribuan masyarakat Ambrawa, Semarang, Jawa Tengah menyambut biksu yang jalan kaki mengikuti ritual Tudong dari Thailand. Foto: Beritasatu.com

Menurutnya akan ada perjalanan Thudong lagi di Indonesia oleh biksu luar negeri karena sambutan para masyarakat akan toleransi beragama sangat tinggi.

“Mudah-mudahan beberapa tahun ke depan saya akan mengajak para Bhikkhu untuk datang ke Indonesia,” katanya.

Melihat antusiasme masyarakat, lanjutnya, banyak biksu atau bhante yang terharu melihat toleransi yang ada di Indonesia.

Sementara itu, Penanggung jawab Thudong Internasional, Prabu Diaz mengatakan hingga saat ini Ambarawa menjadi daerah sambutan biksu Thudong yang paling meriah.

“Saya sampai menangis tidak menyangka bisa seperti ini bahkan jarak 300 meter dari Klenteng tadi, kami terlambat hingga satu jam,” kata Prabu Diaz.

Menurutnya perjalanan Thudong dari Thailand hingga Singapore tidak ada sambutan atau masyarakat yang melihat perjalanan Thudong ini.

“Secara jujur Thudong di Thailand merupakan hal biasa, di Malaysia hanya disambut oleh umat saja bukan masyarakat biasa, di Singapura tidak ada apapun dan masuk Indonesia masyarakat berbeda dengan negara lain,” jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi
Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024
Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial
Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers
Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang
Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen
Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:56 WIB

Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:35 WIB

Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:25 WIB

Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:26 WIB

Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:04 WIB

NTT Mulai Terapkan Program Makan Siang Gratis untuk Pelajar SMA dan Guru

Berita Terbaru