Hukum

Ayah di Garut Cabuli Anak Tirinya Sejak Pacaran dengan Sang Ibu

Rabu, 17/07/2019 09:03 WIB

Anggota unit reskrim Polsek Tarogong Kidul saat melakukan pemeriksaan terhadap pelaku pencabulan terhadap anak tiri di Mapolsek Tarogong Kidul, Selasa (16/7/2019).

Tajukflores.com - Aksi bejat yang dilakukan oleh seorang ayah kepada anaknya terjadi di Garut, Jawa Barat.  Seorang ayah tiri berinisia AR (32) mencabuli anaknya yang masih berusia 13 tahun hingga hamil.

Kausus pencabulan ini terungkap setelah anak tiri pelaku kedapatan telah hamil dengan usia kandungan lebih dari empat bulan.

Kapolsek Tarogong Kidul, Kompol Hermansyah, didampingi Panit Reskrim Ipda Wahyono Adji mengatakan, AR telah diamankan di Mapolsek Tarogong Kidul, Senin (15/7/2019) malam lalu, setelah sebelumnya hampir dihakimi massa.

Hermansyah mengatakan, pada Senin (15/7/2019) malam pukul 23.00 WIB, pihaknya menerima laporan ada kerumunan warga yang hendak menghakimi pelaku pencabulan terhadap anak tirinya.

Pihaknya pun lantas turun ke lokasi dan langsung mengamankan pelaku.

“Setelah kami amankan pelaku, ibu kandung korban diantar warga langsung buat laporan, jadi kasusnya kami tangani sekarang,” imbuh Hermansyah.

Menurut Hermansyah, pihak keluarga mengetahui korban hamil, setelah korban diperiksakan ke bidan oleh adik dari ibu kandung korban.

Adik kandung ibu korban sendiri mendengar isu keponakannya telah dicabuli oleh ayah tirinya sendiri.

“Setelah diperiksa bidan dan dinyatakan hamil, akhirnya korban mengakui telah dicabuli ayah tirinya sendiri,” kata dia.

Pelaku saat korban diketahui hamil, lanjut Herman, tengah berada di luar kota, bekerja sebagai pekerja bangunan.

Pelaku dibawa ke Garut oleh pihak keluarga dengan alasan istrinya dalam keadaan sakit.

Setelah sampai di Garut, pelaku pun langsung diinterogasi keluarga untuk mengakui perbuatannya.

“Awalnya memang sempat mengelak, tapi akhirnya mengaku juga,” ujar dia. 

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap pelapor dan pelaku, lanjut Hermansyah, pelaku yang menikahi ibu kandung korban awal tahun 2019, telah beberapa kali melakukan aksi pencabulan kepada korban, termasuk saat pelaku dan ibu kandung korban masih berstatus berpacaran.

“Biasanya pelaku beraksi saat ibu korban ke pasar atau tidur, pelaku juga mengancam korban dalam melakukan aksinya,” pungkasnya.

Oleh : Ryan Pratama

Artikel Terkait