Hukum

Polisi Tahan 6 Orang Pelaku Persekusi ABG Diduga Curi Cincin di NTT

Selasa, 29/10/2019 09:32 WIB

Enam orang pelaku persekusi gadis di NTT di Tahan Polisi. (Foto : Merdeka.com)

Kupang, Tajukflores.com - Noviana Baru, gadis berusia 16 tahun asal Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami penyiksaan sadis oleh warga dan aparat desa setempat.

Noviana disiksa karena dituduh mencuri perhiasan berupa cincin emas milik ttetangganya.

Kasus inipun berlanjut dengan Polisi mengamankan enam orang pelaku persekusi terhadap seorang gadis berusia 16 tahun tersebut.

Ironisnya, persekusi ini dipimpin langsung oleh kepala Desa Babulu Selatan Paulus Lau, yang disaksikan oleh warga lainnya dan keluarga korban.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules A. Abast membenarkan adanya kejadian tersebut dan pihaknya telah mendapatkan laporan mengenai pemeriksaan terhadap enam orang terkait kasus persekusi tersebut. Saat ini mereka sudah ditahan di Polres Belu.

"Enam orang sudah ditahan di Polres Belu. Enam orang diduga pelaku ini kita masih lakukan pemeriksaan secara intensif, agar secepatnya kita ketahui peran dari masing-masing yang diduga pelaku dan bilamana ada pelaku lainnya, tentunya akan lakukan upaya-upaya penangkapan atau pun pengamanan yang kita lakukan saat ini," ujarnya, Senin (28/10) malam mengutip Merdeka.com.

Saat ini, kata Jules, korban tengah mendapatkan pendampingan dari unit PPA Polres Belu. Tujuannya untuk mengantisipasi trauma yang dialami korban setelah mendapatkan penyiksaan di depan umum.

"Untuk korban kita wajib dampingi karena masih dibawah umur. Terhadap enam orang warga yang dilaporkan keluarga korban, kita sudah amankan dan kita akan proses kasus ini sehingga terus berlanjut hingga di persidangan," terangnya.

Jules mengatakan, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan kepolisian Timor Leste. Pasalnya Kepala Desa Babulu Selatan, Paulus Lau diduga melarikan diri ke negara Timor Leste. Harapannya agar dilakukan upaya-upaya pencarian maupun pencekalan terhadap yang bersangkutan.

"Bilamana yang bersangkutan berada di wilayah Belu, Malaka maupun daerah lain di Nusa Tenggara Timur, tentu kita akan lakukan upaya paksa baik mengamankan yang bersangkutan, maupun melakukan penangkapan. Tapi bilamana yang bersangkutan berada diluar Nusa Tenggara Timur, kita akan lakukan upaya pencarian dan kita akan berkoordinasi dengan seluruh elemen yang ada," pungkas Jules.

Oleh : Fersin Waku

Artikel Terkait