Travel

BOPLF: Penyelesaian Sampah di Labuan Bajo Perlu Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 03/03/2021 10:16 WIB

Kegiatan sosialisasi program Pilot Activity Pengelolahan Sampah Mandiri di Labuan Bajo. Foto: BOP Labuan Bajo-Flores

Labuan Bajo, Tajukflores.com - Sampah di Labuan Bajo menjadi salah satu persoalan serius yang sudah ada sejak lama. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama Badan Otoritas Labuan Bajo Flores (BOPLF) dalam sambutannya di acara sosialisasi program Pilot Activity Pengelolahan Sampah Mandiri, yang dilaksanakan di desa Gorontalo, Labuan Bajo, Kab. Manggarai Barat Rabu (24/2/21).

Kegiatan Pilot Activty ini diselenggarakan secara iuring dan daring dalam rangka melaksanakan Strategi  I dan II Rencana Aksi Nasional Penangan Sampah Laut (RAN PSL) sebagaimana tertuang pada Perpres  No.83 Tahun 2018

Menurut Shana, hingga 2020 produksi sampah Labuan Bajo sekitar 13 ton atau setara 112.4 meter kubik dalam sehari. 

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolahan sampah dan memaksimalkan peran serta para pemangku kepentingan dalam pengelolahan dan penangan sampah di Labuan Bajo.

Kegiatan ini juga sekaligus untuk meresmikan proyek  percontohan Unit Pengelolahan Sampah (UPS) masyarakat Labuan Bajo, yang dimulai di Desa Gorontalo sejak Agustus 2020.

Turut hadir, Direktur Pengelolahn Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) Novrizal Tahar yang membuka kegiatan dengan serah terima virtual tempat sampah dan UPS.

Dalam sambutannya, Novrizal mengatakan Pilot Activuty merupakan langkah percontohan yang diharapkan menjadi pemicu kesadaran yang dimulai dari lingkungan terkecil.

“Sosialisasi ini diharapkan bisa dilihat sebagi wujud kepedulian akan persoalan sampah dan instrumen peningkatan kesadaran dari berbagai stakeholder akan pengelolahan sampah, khususnya sampah yang berasal dari darat”, tegas Novirzal.

Direktur BOPLF juga menambahkan, Desa Gorontolo nantinya bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya  terkait pengelolahan sampah mandiri sehingga terciptanya ekosistem pariwisata yang bersih, indah, sehat dan tentunya berkelanjutan.

“Kesadaran masyarakat adalah kunci utama pengelolahan sampah di Labuan Bajo yang bisa dimulai sejak dini. Salah satunya adalah prinsip  pengelolahan sampah mandiri melalui pemisahan sampah rumah tangga sesuai dengan jenisnya”, ujar Shana.

Oleh : Andry Rahmat

Artikel Terkait