Presumption of Innocence vs Presumption of Guilty: Dilema Penegakan Hukum Pemilu di Sentra Gakkumdu

Rabu, 20 Maret 2024 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sentra Gakkumdu. Foto: Tajukflores.com/Bawaslu Provinsi Kalimantan Utara

Sentra Gakkumdu. Foto: Tajukflores.com/Bawaslu Provinsi Kalimantan Utara

Jakarta – Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) lembaga penegakan hukum khusus Pemilu, kerap menjadi sorotan publik. Salah satu isu yang mengemuka adalah dilema terkait penerapan asas praduga. Artikel ini membahas perbedaan mendasar antara presumption of innocence (asas praduga tak bersalah) dan presumption of guilty (asas praduga bersalah) dalam konteks penegakan hukum Pemilu di Indonesia.

Dua Model Hukum Acara Pidana

Sistem hukum pidana mengenal dua model hukum acara pidana, yaitu Crime Control Model (ccM) dan Due Process Model (dpM). Keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam pendekatan terhadap proses pembuktian dan penegakan hukum.

  • Crime Control Model (ccM): Model ini menekankan kecepatan, efisiensi, dan kuantitas alat bukti. Tujuannya adalah untuk menjaga ketertiban umum dan meminimalisir tindak pidana.

  • Due Process Model (dpM): Model ini mengedepankan perlindungan hak tersangka dan terdakwa. Proses pembuktian harus memenuhi standar yang tinggi (quality of evidence) dan asas praduga tak bersalah dijunjung tinggi.

KUHAP dan Sentra Gakkumdu

Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Indonesia menganut model ccM. Hal ini tercermin dalam kerja Sentra Gakkumdu yang memiliki waktu singkat untuk menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran Pemilu.

Baca Juga:  Megawati Pukul Kentongan, Simbol Kewaspadaan Nasional Tolak Politik Uang dan Intimidasi di Pemilu 2024

Sentra Gakkumdu, yang terdiri dari Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan, dituntut untuk bekerja cepat dan mengumpulkan sebanyak mungkin alat bukti.

Ketidakkonsistenan Penerapan Asas

Para ahli hukum pidana mengamati adanya ketidakkonsistenan dalam penerapan asas praduga di Sentra Gakkumdu. Bawaslu, sebagai lembaga yang menerima laporan awal dugaan pelanggaran Pemilu, terkadang menggunakan pendekatan presumption of guilty.

Hal ini terlihat ketika Bawaslu, dalam pembahasan perkara di Sentra Gakkumdu, seolah-olah sudah menganggap terlapor bersalah.

Ketidakkonsistenan ini menimbulkan masalah:

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Editor : MG

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Sampai Miliaran Rupiah per Bulan, Ini 10 Negara dengan Gaji Guru Tertinggi di Dunia
Mengenal Makna ‘Cewek Nasi KFC’ dan ‘Sponge 18’ di TikTok, ternyata Negatif
Mencegah Stunting dengan Gizi Sehat, Tips dari Ahli Gizi 
Tak Boleh Dianggap Remeh, Ini 4 Alasan Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Cerah
Apa Itu Dissenting Opinion dalam Putusan Hukum MK di Sengketa Pilpres 2024?
Bolehkan Berhubungan Suami Istri di Malam Takbiran Idul Fitri? Simak Penjelasan Buya Yahya
Daftar Lengkap 69 Paroki di Keuskupan Agung Jakarta Tahun 2024
Mimpi Basah selepas Subuh, Puasa Batal atau Tidak?
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 13:30 WIB

Arti dan Makna National Couple Day Post Your Other Half serta Tanggal Perayaannya

Selasa, 28 Mei 2024 - 12:15 WIB

Apakah National Couple Day 2024 Jatuh pada 27 Mei? Ini Tanggal Asli dan Cara Merayakan Hari Pasangan Nasional

Kamis, 16 Mei 2024 - 12:04 WIB

Katalog Promo JSM Indomaret 17 – 19 Mei 2024, Cek Ada Diskon Harga Untuk Produk Apa?

Selasa, 14 Mei 2024 - 12:02 WIB

Sosok Tunggu Kiris Itu Seperti Apa dan Hantu Tunggu Kiris Artinya Apa? Simak Ulasan Lengkapnya di Sini

Senin, 13 Mei 2024 - 13:28 WIB

Tunggu Kiris Itu Artinya Apa Dalam Bahasa Indonesia? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini

Sabtu, 11 Mei 2024 - 14:57 WIB

7 Jurusan Kuliah Termurah di Universitas Brawijaya Jalur Mandiri

Jumat, 10 Mei 2024 - 21:32 WIB

Apa yang Perlu Diketahui Tentang Orgasme selama Kehamilan!

Jumat, 10 Mei 2024 - 21:10 WIB

ASI Bubuk Aman atau Berbahaya? Simak Penjelasan IDAI

Berita Terbaru