RSU Hendrikus Fernandes Larantuka Kehabisan Obat, Pasien Cari Sendiri Obat ke Apotek

Jumat, 11 Januari 2019 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Hendrikus Fernandez Larantuka di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dilaporkan mengalami kehabisan stok obat untuk melayani para pasien.

Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Boli yang dikonfirmasi, Jumat (1/11) mengakui kehabisan obat di RSU Larantuka sehingga para pasien harus membeli obat sendiri ke apotek-apotek.

“Saya baru saja kembali dari rumah sakit untuk mengecek langsung ke gudang Farmasi RSU, dan berdialog dengan managemen RSU, setelah menerima pengaduan dari pasien dan keluarga,” ujarnya mengutip Antara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan itu, Agus Boli mengatakan telah meminta penjelasan mengenai penyebab ketiadaan obat, dan masalah lain di RSU Larantuka.

Dari dialog itu kata dia, masalah ketiadaan obat di RSU ini karena proses lelang pengadaan obat-obatan untuk kebutuhan di rumah sakit belum selesai dilaksanakan.

Penyebab lain adalah, aturan pemerintah pusat yang menghendaki agar proses pengadaan obat dilakukan melalui E-purchasing dan E-Catalog.

Kondisi inilah yang tampaknya menyebabkan managemen RSU Hendrik Fernandez tidak bebas melakukan pengadaan obat.

“Saya memang cukup kesal dan marah dengan pejabat pembuat komitmen (PPK), karena proses lelang tidak dilakukan sejak awal tahun, padahal APBD sudah ditetapkan akhir tahun lalu,” kata Payong Boli.

Baca Juga:  JK: Film Dirty Vote Baru Ungkap 25% Dugaan Kecurangan Pilpres 2024

Dia berharap, masalah ini tidak boleh lagi terjadi pada tahun-tahun mendatang, karena apapun alasannta RSU tidak  boleh kehabisan obat. “Setiap pasien harus di layani dengan hati,” ujarnya.

“Kasihan mereka datang dari desa-desa yang jauh dengan segala kesulitannya, lalu mereka harus di suruh cari obat di luar apotik dengan uang sendiri,” katanya.

Dia mengatakan, rumah sakit harus membuat orang sehat jasmani dan rohani. “Jangan sampai orang keluar dari rumah sakit, jasmaninya sembuh tapi rohaninya sakit karena memikirkan utang,” demikian Agus Boli. 

Over stok

Wakil Bupati Flores Timur Agus Payong Boli meminta managemen RSUD Dr Hendrikus Fernandez Larantuka, agar membuat perencanaan pengadaan obat-obatan dengan over stok untuk 18 bulan.

“Saya sudah minta supaya perencanaan biaya pengadaan obat setiap tahun harus over stok sampai 18 bulan yakni sampai bulan Juni tahun berikutnya,” ujar Wabup Agus Boli, Jumat terkait solusi mengatasi masalah obat di RSU Larantuka.

Menurut dia, over stok diperlukan agar jika pengadaan obat yang terlambat pada tahun berikutnya pun, RSU masih punya stok obat dari tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Klarifikasi Lengkap Pihak SMK Elanus Ruteng Soal Dugaan Pengeroyokan oleh Kakak Kelas

Solusi lain adalah persiapan dokumen PPK, khusus pelelangan obat di RSU dan Dinas Kesehatan paling lama bulan Maret tahun berjalan.

Selain itu, permintaan obat ke rekanan distributor oleh PPK harus over stok, dan tegas kepada distributor jika masih saja mengirim obat di bawah volume permintaan dan terlambat maka di PHK.

Wabup juga meminta agar perlu ada rekening khusus di RSU Larantuka untuk membayar ganti rugi pembelian obat di apotik luar oleh pasien.

Rekening khusus ini karena diketahui bahwa setiap tahun diperkirakan obat yang dibeli pasien di apotik luar itu mencapai Rp200 juta lebih, dan selama ini tidak diganti rugi.

Perlu pula ada apotik pelengkap di RSU mitra resmi RSU untuk antisipasi ketiadaan obat tertentu.

Untuk jangka panjang, dia mengatakan, RSU ini diusahkan menjadi BLUD agar mandiri, dan belanja obat tidak lagi terikat pada mekanisme aturan pengadaan barang jasa pemerintah yang ribet.

Dia yakin, jika solusi ini bisa dilaksanakan secara baik, maka RSU Larantuka tidak akan lagi mengalami ketiadaan obat-obatan, seperti yang terjadi selama ini. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Kasus Bullying Binus School, Pakar: Bukti Minimnya Pendidikan Karakter di Sekolah
Miris! Akses Jalan Rusak, Warga Manggarai Barat Terpaksa Ditandu untuk Berobat ke Puskesmas
Perpres Publisher Rights Atur Mekanisme Bagi Hasil, Tak Atur Perusahaan Pers
Nasib Dede Sunandar dan Sederet Komedian yang Terancam Gagal Lolos Jadi Anggota Dewan
Kemendikbudristek Pantau Kasus Perundungan di Binus School, Pastikan Penerapan Sanksi
Presiden Jokowi Tegaskan Perpres Publisher Rights Bukan untuk Membatasi Kebebasan Pers
Ketahui 3 Poin Utama dalam Perpres Publisher Rights yang Diteken Jokowi
Kasus Perundungan di Binus School, Anggota DPR Minta Legolas Rompies dan Geng Tai Ditindak Tegas
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:26 WIB

Disinggung Koordinasi dengan PDIP, Jokowi Ngaku Tidak Ragu Lantik AHY sebagai Menteri ATR/BPN

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:07 WIB

AHY Dilantik Presiden Jokowi sebagai Menteri ATR/BPN, Ini Kata PDIP

Rabu, 21 Februari 2024 - 12:55 WIB

SBY Restui AHY Bergabung ke Kabinet Jokowi sebagai Menteri ATR/BPN

Rabu, 21 Februari 2024 - 12:40 WIB

AHY ‘Naik Kelas’, Resmi Jadi Menteri ATR/BPN di Sisa Masa Jabatan Jokowi

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:43 WIB

AHY Ketemu Prabowo sebelum Dilantik Jokowi Jadi Menteri ATR/BPN

Rabu, 21 Februari 2024 - 09:37 WIB

Ganjar Desak Hak Angket DPR Usut Dugaan Kecurangan Pilpres 2024, Ace Golkar: Buktikan Dulu

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:41 WIB

Jokowi Beri Lampu Hijau Soal Isu Pelantikan Hadi Tjahjanto dan AHY: Tunggu Besok!

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:01 WIB

AHY Dikabarkan Jadi Menteri ATR/BPN: Demokrat Siap Jadi Abdi Negara, Tapi Tunggu Tawaran Resmi

Berita Terbaru

Ilustrasi pupuk

Nasional

Mentan Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Tak Dipersulit

Rabu, 21 Feb 2024 - 22:16 WIB