Hukum

Polisi Tangkap 8 Orang Terkait Bentrok Berdarah di Adonara

Jum'at, 13/03/2020 11:26 WIB

Tangkapan layar detik-detik terjadinya bentrokan antarwarga di Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, Adonara, NTT pada Kamis, (5/3/2020). Foto: Tajukflores.com

Kupang, Tajukflores.com - Kepolisian Resor (Resor) Kabupaten Flores Timur, NTT menangkap delapan orang dalam kasus perang tanding antarwarga dari dua suku di Pulau Adonara, yang menewaskan enam orang.

"Situasi aman kondusif. Sementara sudah kami bawa delapan orang yang di duga sebagai pelaku," kata Kapolres Flores Timur, AKBP Deny Abrahams, Kamis (12/3).

Peristiwa berdarah yang memperebutkan lahan di Wulen Wata, Bani, Desa Sandosi, Kecamatan Witihama itu terjadi pada Kamis, (5/3) sekitar pukul 10.00 WITA.

Mengenai status, dia mengatakan masih dalam pemeriksaan dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Tetapi delapan orang ini kemungkinan besar kita tetapkan tersangka," katanya.

Namun Deni belum menyebutkan identitas delapan orang yang sudah ditangkap Polres Flores Timur ini.

Peristiwa "perang tanding" antarwarga dua suku di Desa Sandosi pecah pada Kamis (5/3) pagi di wilayah perkebunan Wulen Wata dan menewaskan sebanyak enam orang.

Korban tewas di antaranya dari suku Kwaelaga masing masing berinisial MKK (80), YMS (70), YOT (56), dan SR (68), sedang dari Suku Lamatokan adalah YH (70) dan WK (80). (Ant)

Oleh : Alex K

Artikel Terkait