Hukum

Korupsi Bank NTT, Kejati Kejar 1 Tersangka yang Jadi Buronan

Rabu, 08/07/2020 21:02 WIB

Bank NTT. Foto: Garda Indonesia

Kupang, Tajukflores.com - Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengejar Ruslan, tersangka kasus korupsi dana fasilitas kredit Bank NTT Cabang Surabaya yang merugikan negara Rp127 miliar, yang masih buron.

"Ruslan merupakan salah satu dari tujuh debitur yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi dana fasilitas kredit Bank NTT Cabang Surabaya yang merugikan negara Rp127 miliar," kata Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Yulianto kepada wartawan di Kupang, Selasa (6/7) kemarin.

Menurut dia, tersangka Ruslan hingga kini masih buron, sedangkan enam tersangka lainnya sudah dibekuk dan ditahan.

Yulianto mengatakan enam debitur fasilitas kredit Bank NTT Cabang Surabaya yang telah diringkus penyidik Kejaksaan, yaitu Johanes Ronal Sulaiman, Siswanto Kondrata, Ilham Rudianto, Stefanus Sulaiman, serta suami istri William Kodrata dan Loe Mei Lien.

Yulianto memastikan akan terus mengejar tersangka di manapun berada.

Ia berharap tersangka Ruslan segera menyerahkan diri untuk menjalani proses hukum terkait kasus dugaan korupsi dana fasilitas kredit pada Bank NTT Cabang Surabaya yang merugikan negara sebesar Rp127 miliar.

Mantan Kejari Sumba Barat itu mengatakan berdasarkan informasi melalui surat yang diperoleh Kejaksaan Tinggi NTT dari pengacara tersangka Ruslan bahwa tersangka hanya menerima pinjaman dana sebesar Rp12,5 miliar dari Rp40 miliar yang diajukan.

Sita aset

Terkait kasus ini, Kejati NTT telah menyita aset dari enam debitur yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi dana fasilitas kredit Bank NTT Cabang Surabaya senilai Rp115 miliar.

"Kami melakukan penyitaan terhadap aset milik para debitur yang telah menjadi tersangka," kata Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Yulianto kepada wartawan di Kupang, Selasa, (7/7).

Yulianto mengatakan hal itu terkait perkembangan penyidikan terhadap kasus korupsi dana fasilitas kredit Bank NTT Cabang Surabaya yang merugikan negara Rp127 miliar dari total dana kredit sebesar Rp149 miliar.

Ia mengatakan Kejaksaan terus berupaya untuk mengembalikan kerugian negara dari para tersangka dalam kasus skandal korupsi dana fasilitas kredit pada Bank NTT Cabang Surabaya.

"Aset yang disita Kejaksaan NTT dari enam debitur yang telah ditahan penyidik Kejaksaan NTT berupa uang tunai, tanah, dan bangunan senilai Rp115 miliar," katanya.

Menurut dia, tim Kejaksaan NTT sedang memburu sejumlah aset lainnya milik para tersangka yang belum dilakukan penyitaan.

"Kami ingin seluruh kerugian negara dalam kasus ini bisa dikembalikan ke negara," katanya.

Yulianto mengatakan Kejaksaan NTT bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak aliran dana dari para debitur kasus korupsi dana fasilitas kredit Bank NTT Cabang Surabaya yang diberikan kepada pejabat Bank NTT guna memuluskan pencairan dana kredit tersebut.

Oleh :

Artikel Terkait