Tindak Pidana Pencucian Uang: Ancaman Serius Generasi Muda, Bentengnya Pancasila

Kamis, 6 Juni 2024 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Geofani Milthree Saragih, mahasiswa magister hukum Universitas Sumatera Utara. Foto: Dok. Pribadi

Geofani Milthree Saragih, mahasiswa magister hukum Universitas Sumatera Utara. Foto: Dok. Pribadi

Tajukflores.com – Generasi muda Indonesia, sebagai penerus bangsa, dihadapkan pada ancaman serius: Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Praktik kriminal ini tak hanya merugikan ekonomi negara, tapi juga merusak fondasi moral dan menggerogoti integritas generasi muda.

Di tengah maraknya kasus TPPU, ideologi Pancasila hadir sebagai benteng kokoh sebagai panduan moral dan etis yang dapat membantu membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berintegritas.

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan generasi muda untuk memiliki landasan spiritual yang kuat. Dengan keyakinan terhadap Tuhan, generasi muda akan lebih mudah membedakan antara yang benar dan salah, serta memiliki kesadaran moral untuk menolak tindakan yang tidak etis seperti pencucian uang.

Pendidikan agama dan moral yang kuat akan membentengi mereka dari godaan untuk terlibat dalam kegiatan yang merugikan negara dan masyarakat.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Generasi muda yang memahami dan menerapkan prinsip ini akan memiliki empati dan kepedulian terhadap sesama.

Mereka akan memahami bahwa tindakan seperti pencucian uang tidak hanya melanggar hukum tetapi juga merugikan banyak orang, terutama mereka yang kurang beruntung.

Dengan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kita dapat membentuk generasi yang tidak hanya pintar secara akademis tetapi juga memiliki hati nurani yang bersih.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengingatkan generasi muda akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Tindak pidana pencucian uang sering kali dilakukan oleh individu atau kelompok yang mementingkan kepentingan pribadi di atas kepentingan nasional.

Baca Juga:  Sejarah Hamas di Palestina, Kenapa PBB Tak Bisa Redam Gempuran Israel?

Dengan memahami nilai persatuan, generasi muda akan lebih cenderung untuk berkontribusi positif bagi bangsa dan negara, serta menolak segala bentuk tindakan yang dapat merusak persatuan, termasuk korupsi dan pencucian uang.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengajarkan generasi muda tentang pentingnya demokrasi dan musyawarah dalam pengambilan keputusan.

Generasi muda yang memahami pentingnya hikmat kebijaksanaan akan lebih kritis dalam menilai tindakan dan kebijakan yang diambil oleh pemimpin mereka.

Mereka akan terdorong untuk ikut serta dalam proses demokrasi yang sehat dan menolak segala bentuk tindakan yang merugikan masyarakat, termasuk pencucian uang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Editor : MG

Berita Terkait

Lahirnya Angkatan Puisi Esai, Sebuah Fenomena Baru dalam Sastra Indonesia
Jangan Terlalu Menuntut Pemerintah, Toh Suaramu Sudah Dibeli!
Mengapa Filsafat Penting? Romo Magnis Suseno Ungkap Jawabannya!
Romo Magnis Suseno: Filsafat di Indonesia Masih Kurang Mendapat Perhatian
Hasil Kajian: Penyimpangan Seksual Kaum Selibat bukan Sekadar Masalah Moral dan Psikis Klerus
Di Luar Gereja Ada Keselamatan? Evolusi Makna Extra Ecclesiam Nulla Salus yang Perlu Diketahui dalam Ajaran Gereja Katolik
Kurikulum Merdeka: Tantangan dan Refleksi dalam Transformasi Pendidikan
IFTK Ledalero Undang Rocky Gerung dan Edu Lemanto Bedah Situasi Politik Pasca Pemilu 2024
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Juni 2024 - 20:18 WIB

Polres Mabar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Manggarai Barat Jelang HUT Bhayangkara ke-78

Senin, 24 Juni 2024 - 18:39 WIB

Pj Sekda Jatim Sebut Tren Suami Korban KDRT di Surabaya Meningkat

Minggu, 23 Juni 2024 - 22:06 WIB

Menteri Perhubungan Dukung Rencana Pelayaran Kapal Pinisi untuk Wisata ke IKN

Minggu, 23 Juni 2024 - 19:56 WIB

Kunjungan Paus Fransiskus: Rute dan Rencana Ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura Tahun 2024

Sabtu, 22 Juni 2024 - 15:51 WIB

Tim SAR Evakuasi 13 Wisatawan KM Hancur Karena Hobi 02 yang Terombang-ambing di Pulau Padar Labuan Bajo

Sabtu, 22 Juni 2024 - 12:29 WIB

Daftar Wisatawan Korban Kapal Pinisi KM Budi Utama Tenggelam di Labuan Bajo, 2 Wisatawan Spanyol Luka Ringan

Sabtu, 22 Juni 2024 - 11:52 WIB

Angkut 10 Wisatawan, Kapal Wisata KM Budi Utama Tenggelam di Labuan Bajo!

Sabtu, 22 Juni 2024 - 06:05 WIB

DPR RI Minta Pemerintah Angkat Tenaga Honorer K2 Jadi ASN Tanpa Tes

Berita Terbaru

Ilustrasi Interpol. Foto: Shutterstock

Hukum

Polri Gandeng Interpol Berantas Judi Online di Indonesia

Senin, 24 Jun 2024 - 18:53 WIB

Juru bicara KPK Tessa Mahardika Sugiarto saat melakukan tanya jawab dengan awak media di Gedung Merah Putih, Jakarta. Foto: RRI

Hukum

KPK Periksa 3 Pegawai Kemensos Terkait Korupsi Bansos PKH

Senin, 24 Jun 2024 - 16:46 WIB

Masyarakat diimbau untuk segera melakukan pemadanan NIK dan NPWP sebelum 1 Juli 2024. Foto ilustrasi

Newsup

Kamu Harus Tahu, Ini 4 Manfaat Pemadanan NIK dan NPWP

Senin, 24 Jun 2024 - 16:05 WIB