Aliran Duit Rp100 T Jiwasraya Terungkap di Komisi III DPR

Kamis 09-04-2020, 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi III DPR mengungkap adanya aliran transaksi dana senilai Rp100 triliun PT Asuransi Jiwasrata (Persero) dalam kurun waktu 12 tahun terhitung sejak 2008 hingga 2020 meliputi transaksi saham, reksa dana dan pihak lain.

Hal itu terungkap dari pernyataan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kasus dugaan korupsi yang menyebabkan gagal bayar perusahaan asuransi pelat merah itu di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (3/8).

“Hasil analisis kami untuk tidak menimbulkan persepsi salah, bahwa total aliran dana yang kami maksud dari Januari 2008 sampai dengan Agustus 2020 sebesar Rp 100 triliun. Uang keluar masuk Jiwasraya dengan MI [manajer investasi] atau pihak lain,” kata Dian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PPATK terus melakukan penelusuran dengan prinsip mengikuti aliran uang (follow the money) secara de facto mengalir ke mana saja. PPATK melibatkan 53 bank dan 49 lembaga keuangan non bank untuk menelusuri aliran transaksi. Hasil akhinya, informasi dari PPATK akan ditindaklanjuti oleh penegak hukum.

Kompliasi kasus ini dianggap cukup besar, semua aliran dana sekecil apapun harus kita ikuti. Ini memakan waktu lumayan signifikan, pemilihan 53 bank, 49 non bank. Berdasarkan penelusuran PPATK, kerugian yang terjadi di kasus Jiwasraya tak hanya disebabkan oleh kondisi pasar, melainkan ada modus fraud alias penipuan yang dilakukan untuk menguntungkan pihak tertentu dan melibatkan oknum yang terlibat, mulai dari perusahaan sekuritas, manajemen investasi dan diinstruksikan oleh pihak-pihak yang terafiliasi dengan emiten tertentu.

“Instruksi dilakukan pihak-pihak terafiliasi emiten yang sudah dikendalikan arranger, HH [Heru Hidayat], JHT [Joko Hartono Tirto], dan MM [Moudy Mangkei]. Keputusan MI dilakukan secara tidak independen. Kami mengindikasikan terdapat fraud dalam pengelolaan Asuransi Jiwasraya,” ujar Dian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Heboh! Finalis Putri Nelayan Palabuhanratu Diduga Diperkosa Oknum Panitia
Suami Berjualan di Pasar Parung Bogor, Istri Malah Asyik Open BO di Kontrakan
TPDI Terima Pengaduan Ahli Waris Jan Djou Gadi Gaa dalam Sengketa Tanah di Ende
Mantan Caleg PBB Ditangkap karena Perkosa Anak Kandung hingga Melahirkan, Awalnya Minta Dipijat
Pria Asal Jakarta Tertangkap Basah Intip Perempuan Mandi di Denpasar
Selingkuh dengan LC, Kompol Hendy Prabowo dan Kekasih Gelapnya Dwi Aulia Rahmawati Dijatuhi Hukuman 4 Bulan Penjara
Hamili Wanita Selingkuhan, Polisi di Lombok Timur Jalani Diproses Hukum
Polda NTT Buru Penyebar Hoaks Kapolda Daniel Silitonga Hina Mahasiswa NTT SDM Rendah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 12:49 WIB

Heboh! Finalis Putri Nelayan Palabuhanratu Diduga Diperkosa Oknum Panitia

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:55 WIB

TPDI Terima Pengaduan Ahli Waris Jan Djou Gadi Gaa dalam Sengketa Tanah di Ende

Rabu, 17 Juli 2024 - 12:44 WIB

Mantan Caleg PBB Ditangkap karena Perkosa Anak Kandung hingga Melahirkan, Awalnya Minta Dipijat

Rabu, 17 Juli 2024 - 12:17 WIB

Pria Asal Jakarta Tertangkap Basah Intip Perempuan Mandi di Denpasar

Selasa, 16 Juli 2024 - 19:16 WIB

Selingkuh dengan LC, Kompol Hendy Prabowo dan Kekasih Gelapnya Dwi Aulia Rahmawati Dijatuhi Hukuman 4 Bulan Penjara

Senin, 15 Juli 2024 - 18:33 WIB

Hamili Wanita Selingkuhan, Polisi di Lombok Timur Jalani Diproses Hukum

Senin, 15 Juli 2024 - 14:23 WIB

Polda NTT Buru Penyebar Hoaks Kapolda Daniel Silitonga Hina Mahasiswa NTT SDM Rendah

Minggu, 14 Juli 2024 - 11:47 WIB

Oknum TNI AU Diduga Tembak Pemulung di Palu, Danlanud Sultan Hasanuddin Pastikan Diproses Hukum

Berita Terbaru