Hukum

Kejati NTT Tahan Mafia Tanah Asal Italia terkait Kasus Pengalihan Aset Mabar

Kamis, 21/01/2021 14:25 WIB

Kejati NTT menahan Nizzardo Fabio, warga negara Italia terkait kasus tindak pidana korupsi penjualan aset tanah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Foto: Antara

Kupang, Tajukflores.com - Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NYY) menahan Nizzardo Fabio, warga negara Italia terkait kasus tindak pidana korupsi penjualan aset tanah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat yang merugikan negara sebesar Rp1,3 triliun.

"Benar hari ini satu lagi tersangka yang ditahan penyidik yaitu NF (Nizzardo Fabio) warga negara Italia dalam kasus penjualan aset tanah pemerintah di Labuan Bajo," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi NTT, Abdul Hakim kepada wartawan di Kupang, Rabu, (20/1).

Penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi NTT telah menetapkan 17 orang tersangka dalam kasus penjualan aset tanah seluas 30 hektare milik pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut Abdul Hakim dengan telah ditahannya Nizzardo Fabio maka sudah 16 orang yang tahan penyidik dari 17 orang tersangka yang diduga terlibat dalam kasus penjualan aset tanah pemerintah Manggarai Barat yang merugikan negara Rp1,3 triliun itu.

Abdul Hakim mengatakan, Nizzardo Fabio merupakan salah satu mafia tanah di Labuan Bajo bersama tersangka Veronika Sukur yang sudah lebih dahulu ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi NTT.

Menurut dia, sudah dua orang warga negara asing asal Italia yang ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi NTT dalam kasus tanah di Labuan Bajo yaitu Nizzaro Fabio dan Maxiano.

Sementara itu menurut Abdul Hakim, penahanan terhadap Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dulla belum dilakukan karena masih menunggu izin dari Menteri Dalam Negeri.

Sebelumnya, penyidik tindak pidana korupsi Kejati NTT memeriksa Agustinus Ch Dulla selama 10 jam terkait dugaan kasus korupsi penjualan aset tanah pemerintah seluas 30 haktare di Labuan Bajo.

"Pemeriksaan terhadap Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dulla, dilakukan penyidik Kejaksaan NTT hari ini dalam status sebagai saksi sekaligus tersangka," kata Antonius Ali selaku kuasa hukum tersangka Agustinus Ch Dulla kepada wartawan di Kejaksaan Tinggi NTT, Senin, (18/1) malam.

Antonius Ali, menegaskan, pemeriksaan terhadap orang nomor satu di Kabupaten Manggarai Barat itu berlangsung pukul 09.00-19.00 wita di ruang penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi NTT dilakukan dalam dua kali pemeriksaan yaitu dalam status sebagai saksi dan tersangka.

Ia mengatakan, tersangka Agustinus Ch Dulla dicecar penyidik Kejaksaan NTT dengan 59 pertanyaan dan semuanya dijawab dengan baik.

Antonius Ali mengatakan, penyidik Kejaksaan NTT menanyakan tentang upaya Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dulla terhadap tujuan Pemerintah Manggarai Barat untuk menjadikan lahan seluas 30 hakter itu menjadi aset milik Pemerintah Manggarai Barat.

Selain itu demikian Antonius Ali, tersangka Bupati Agustinus Ch Dulla juga mengapresiasi terhadap tindakan Kejaksaan NTT yang ingin memastikan tanah yang berlokasi di Karanga, Labuan Bajo itu menjadi aset daerah.

"Bupati Agustinus Ch Dulla juga memiliki keinginan yang sama untuk menjadikan lahan itu sebagai aset negara," tegas Antonius Ali menambahkan.

Antonius Ali mengatakan pihaknya segera melakukan langkah hukum terkait penetapan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dulla sebagai tersangka.

"Bisa saja kami melakukan upaya prapradilan," tegas Antonius Ali.

Sementara itu Kepala seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Nusa Tenggara Timur, Abdul Hakim, mengatakan Kejaksaan Tinggi NTT tidak gentar dalam menghadapi upaya hukum melalui prapradilan yang dilakukan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dulla setelah ditetapkan sebagai tersangka.

"Silahkan ajukan prapradilan karena itu merupakan hak tersangka. Kami tunggu saja panggilan dari pengadilan," kata Abdul Hakim.

Oleh :

Artikel Terkait