News

Menkes: Rumah Sakit hanya Layani Pasien Covid-19 Gejala Sedang dan Berat

Selasa, 13/07/2021 15:46 WIB

Sejumlah pasien positif COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh memberikan salam kepada perawat dan tim dokter yang memberikan penghormatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTT di Kupang, NTT, Minggu (17/5/2020).ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

Jakarta, Tajukflores.com - Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin mengatakan tengah mengatur standarisasi rumah sakit untuk penanganan pasien Covid-19. Kata Budi, ke depan rumah sakit hanya melayani pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat.

Sementara, pasien dengan gejala ringan akan dikeluarkan dari rumah sakit untuk menjalani isolasi mandiri di rumah atau lokasi yang sediakan.

Hal ini disampaikan Budi Gunadi untuk mengatasi keterpenuhan rumah sakit di Tanah Air.

"Karena rumah sakit sukanya rawat (pasien dengan gejala) yang ringan, karena penanganan lebih cepat dan bayaran sama dengan yang berat. Nah ini yang kita rapikan, supaya yang ringan dikeluarkan saja supaya ada tempat tidur di rumah sakit untuk untuk orang yang betul-betul membutuhkan, yaitu sedang dan berat," kata Budi Gunadi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (13/7).

"Jadi sekarang kita atur standar pelayanannya, sehingga rumah sakit mau mengeluarkan yang ringan. Mereka memegang yang sedang dan berat," sambungnya.

Menurut Budi, salah satu penyebab rumah sakit penuh adalah rumah sakit menerima pasien yang ringan. Padahal, kata dia, pasien positif Covid-19 dengan saturasi di atas 94%, tidak mengalami sesak nafas dan tidak memiliki komorbid (penyakit penyerta) dapat menjalani isolasi mandiri.

"Sehingga benar-benar orang yang harus masuk (rumah sakit), masuk, orang yang sebenarnya tidak perlu masuk bisa ke rumah untuk memberikan kesempatan kepada orang yang lebih parah," jelasnya.

Oleh : Alex K

Artikel Terkait