Hukum

Asisten Bupati Sikka, Polisi dan ASN Diduga Terlibat Judi, PMKRI Maumere Minta Kejelasan

Kamis, 21/05/2020 14:14 WIB

Penggerebekan perjudian di BK3D, Jalan KS Tubun, Kelurahan Kota Baru, Kecamata Alok, Maumere oleh Tim Satuan Gugus Tugas COVID-19 (Tim Gabungan TNI-POLRI) 16 Mei 2020 lalu, pukul 19.00 Wita. Foto: Tajukflores.com/Dok PMKRI

Maumere, Tajukflores.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia ( PMKRI) cabang Maumere St. Thomas Morus meminta Polres Sikka segera mempublikasikan penggrebekan judi di BK3D, Jalan KS Tubun, Kelurahan Kota Baru, Kecamata Alok, Maumere. 

Informasi yang diperoleh Biro Advokasi PMKRI, diduga telah ditangkap empat orang yang terlibat perjudian, diantaranya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN ), seorang ADC (aide de camp) atau asisten pribadi Bupati Sikka, dan LPD, seorang anggota polisi berpangkat Bripka.

Empat pelaku ditangkap lantaran kedapatan berjudi di tengah pandemi virus corona oleh Tim Satuan Gugus Tugas COVID-19 (Tim Gabungan TNI-POLRI) dalam sebuah operasi 16 Mei 2020 lalu, pukul 19.00 Wita.

Ketua Presidium PMKRI Maumere, Yuliana Bara mengatakan hingga saat ini belum ada kejelasan dari Polres Sikka terkait penangkapan tersebut, termasuk hasil pemeriksaan terhadap pelaku. 

"Polres Sikka adalah institusi negara, Kapolres Sikka adalah abdi negara, dan wajib hukumnya untuk mengabdi kepada apa yang menjadi hak dan kepentingan publik," ujar Yuni dalam rilis pers yang diterima Tajukflores, Kamis (21/5).

Yuni pun meminta  Kapolres Sikka segera memberikan penjelasan secara resmi dan sedetail mungkin kepada publik terkait kasus tersebut.

"Menjadi hak masyarakat Sikka untuk mengetahui terutama setiap perkembangan penegakan hukum, termasuk dalam kasus penggrebekan judi oleh Satgas COVID-19 (tim gabungan TNI-POLRI) yang di dalamnya terlibat anggota Polres Sikka," jelas dia.

Yuni juga mendesak Kapolres Sikka agar tidak pilih kasih. Menurut dia, jika pelaku perjudian merupakan warga biasa, acap kali polisi cepat mempublikasikannya ke publik.

"Tapi kalau berhadapan dengan aparatnya sendiri seolah olah buta akan hukum,kalau memang tidak mampu lagi untuk mengurus kasus yang terjadi di Sikka, Kami mohon dengan hormat kepada Kapolres Sikka untuk segera angkat kaki dari Sikka," pungkasnya.

Oleh : Ryan Pratama

Artikel Terkait